Dahsyatnya Tsunami di Selat Sunda, Terjang Pantai Sepanjang 312 Km

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 26 Des 2018 17:11 WIB
Kelurahan Sumur, Pandeglang, Banten, merupakan tempat terparah yang terdampak tsunami Selat Sunda. Begini kondisi di Sumur pada Selasa (25/12). (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Runtuhan lereng Gunung Anak Krakatau memicu timbulnya tsunami di Banten dan Lampung. Total panjang pantai yang dilanda tsunami mencapai 312,78 km.

"Kalau kita melihat panjang landaan tsunami mulai dari Anyer sampai Sumur, kemudian juga di Lampung Selatan dari Sidomulyo, Kalianda, dan Rajabasa serta desa kecil yang ada di Pesawaran dan Tanggamus, diperkirakan panjang totalnya 312,75 km daerah yang terlanda oleh tsunami," ucap Kapusdatinmas Sutopo Purwo Nugroho di kantornya, Jl Pramuka Raya, Jaktim, Rabu (26/12/2018).


Total panjang itu terdiri dari Kabupaten Tanggamus sepanjang 75,38 km, Kabupaten Lampung Selatan sepanjang 66,25 km, dan Kabupaten Pandeglang serta Kabupaten Serang sepanjang 171,15 km.

Sutopo mengatakan luas daerah yang dilanda tsunami tergantung topografi tiap daerah. Jika daerah pantai tersebut rata, panjang wilayah yang terdampak bisa mencapai 500 meter.


"Ini kondisinya berupa landaan ke daratan sangat tergantung dari topografi. Kondisi permukaan di pantai kalau ada beberapa tempat yang datar diperkirakan ada sekitar 500 meter. Tetapi, kalau ada daerah yang perbukitan-perbukitan sangat kecil cuma 50 meter," ucapnya.

Total 312,78 km terdampak tsunami pada Sabtu (22/12)Total 312,78 km terdampak tsunami pada Sabtu (22/12) (Foto: Dok. BNPB)

Selain itu, tinggi air yang menerjang bervariasi. Hal ini diketahui berdasarkan analisis satelit, pengamatan, dan laporan di lapangan.


Tsunami di sekitar Selat Sunda terjadi pada Sabtu (22/12) malam akibat runtuhan material Gunung Anak Krakatau seluas 64 hektare. Runtuhan itu memicu terjadinya longsor bawah laut sehingga menimbulkan tsunami. Kondisi air bertambah tinggi karena sedang terjadi fenomena gelombang tinggi.

Masa tanggap darurat di Banten selama 14 hari, sedangkan di Lampung diberlakukan 7 hari. Hingga Selasa (26/12), ada 430 orang tewas yang terdiri dari 315 orang tewas di Banten dan 115 orang tewas di Lampung.



Tonton juga video 'Melihat dari Udara Dampak Kerusakan Tsunami Banten':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/tor)