Penjual Lontong Tewas Tersambar Mandala Saat Mencari Minyak
Selasa, 06 Sep 2005 12:07 WIB
Medan -
Nasib naas menimpa Rajimin (50), penjual lontong sayur di komplek perwira menengah Padang Bulan, Medan. Gara-gara mencari minyak tanah di Jalan Jamin Ginting, ia tersambar pesawat Mandala Airlines dan tewas.Ayah enam orang anak ini setiap hari jualan lontong di depan kampus Universitas Sumatera Utara (USU), sekitar 2 km dari lokasi jatuhnya pesawat. Senin pagi (5/9/2005), ia mencari minyak tanah di sekitar tempatnya berjualan. Namun, karena sulit, tak ada pilihan lain kecuali ke pangkalan minyak di dekat Pasar Enam, Padang Bulan.Maka, bersama dengan Agus, Rajimin mengendarai motor Vespa ke Pasar Enam. Vespa diparkir di Pasar Enam, kemudian ia berjalan kaki menuju pangkalan minyak. Namun, takdir menentukan lain. Saat berada di dekat pangkalan minyak, sebuah peristiwa yang tak duduga terjadi. Sebuah burung besi raksasa ambruk dari angkasa dan ia menjadi salah sau korban yang tewas."Kami perkirakan Rajimin tewas di lokasi," ujar Agus, adik ipar Rajimin, saat ditemui detikcom di rumah duka, Jalan Karangsari, Gang Landasan, kawasan Medan Polonia, Selasa (6/9/2005).Jenazah Rajimin sudah diambil dari RS Adam Malik dan dibawa ke rumah duka . Kondisi tubuh Rajimin sangat mengenaskan. Sekujur tubuhnya hangus terbakar, hanya wajah saja yang bisa dikenali.Teman Rajimin, Agus, sampai sekarang belum ditemukan pihak keluarga. Kemungkinan Agus termasuk korban tewas karena terbakar, yang nyaris semuanya sulit dikenali.
(jon/)










































