Basarnas Evakuasi WN Malaysia Korban Tsunami di Kalianda Lampung

Jabbar Ramdhani - detikNews
Rabu, 26 Des 2018 15:15 WIB
Basarnas evakuasi warga negara asal Malaysia Khairul Umam bin Masduki (Foto: Dok. Basarnas)
Jakarta - Basarnas mengevakuasi seorang warga negara asal Malaysia Khairul Umam bin Masduki (31). Umam jadi salah satu korban yang terdampak tsunami di Kalianda, Lampung.

"Tim rescue dengan berjumlah 4 orang langsung berangkat menuju rumah saudara WNA atas nama Khairul Umam bin Masduki (31) di Kecamatan Palas dan mengevakuasi korban menuju RSUD Bob Bazar Kalianda," kata Kepala Basarnas Lampung, Jumaril, lewat keterangan tertulisnya dari Rabu (26/12/2018).

Evakuasi dilakukan pada Selasa (25/12) pukul 11.00 WIB. Basarnas mendapatkan kabar dari Kedutaan Besar Malaysia bahwa ada seorang WN Malaysia yang mengungsi di Kalianda membutuhkan bantuan medis.


"Kondisi Khairul mengalami cedera di kaki sehingga mengalami kesulitan untuk berjalan. Khairul sempat mengevakuasi dirinya ke dataran tinggi saat tsunami terjadi hari Sabtu malam kemarin," kata Basarnas.

Dari video dokumentasi Basarnas, Khairul mengaku tengah berada di dalam sebuah rumah saat terjadi tsunami. Saat keluar dari rumah, dia mengaku sempat disapu ombak kembali. Setelah berhasil menyelamatkan diri, dia bersama keluarga mengevakuasi diri ke dataran tinggi.

Warga negara asal Malaysia Khairul Umam bin MasdukiWarga negara asal Malaysia Khairul Umam bin Masduki (Foto: Dok. Basarnas)

Khairul sudah dirawat di RS. Beberapa bagian dalam tubuhnya mengalami sakit. Pihak Kedubes Malaysia bisa tahu kondisi Khairul setelah pihak keluarga pria di Malaysia ini mengetahui kondisi tubuhnya.

"Saya di dalam bilik, kamar. Tahu-tahu air di kamar tuh penuh. Mau keluar, datang lagi ombak. Sehabis itu berlindung di gunung," ucapnya.

Selain itu, di hari keempat pascatsunami Tim SAR gabungan juga mengevakuasi tiga jenazah di antaranya dua anak-anak Sintia Caca (2) dan Ruli (6). Satu jenazah anonim ditemukan ciri-ciri fisik terdapat tato di lengan kiri.


Jumaril mengatakan pencarian akan dilanjutkan untuk mengantisipasi korban yang terbawa arus.

Diketahui tsunami terjadi pada Sabtu (22/12) malam akibat runtuhan material Gunung Anak Krakatau. Masa tanggap darurat di Lampung selama tujuh hari. Hingga Selasa (26/12), ada 430 orang tewas yang terdiri dari 315 orang tewas di Banten dan 115 orang tewas di Lampung. (jbr/tor)