14 Tahun Menanti, Taufik Akhirnya Temukan Jasad Istri Korban Tsunami Aceh

Agus Setyadi - detikNews
Rabu, 26 Des 2018 09:50 WIB
Taufik Alamsyah pria aceh yang temukan istri korban tsunami 14 tahun lalu (Foto: Agus Setyadi-detikcom)
Banda Aceh - Pria Aceh bernama Taufik Alamsyah akhirnya menemukan jenazah istrinya, Sri Yunida, yang jadi salah satu korban tsunami 14 tahun lalu. Dia menemukan jenazah istrinya seiring penemuan 45 jasad korban tsunami Aceh di Kajhu beberapa waktu lalu.

Informasi penemuan jasad Sri Yunida ini awalnya diketahui Taufik dari telepon seseorang. Taufik yang sedang dalam perjalan ke kantornya ini langsung meminta sopirnya berbelok arah ke lokasi penemuan jenazah.

"Pada jenazah istri saya ditemukan SIM, KTP merah putih, STNK dan kartu Askes. Saya tanda itu istri saya karena bentuk tubuhnya besar sama seperti saya," kata Taufik saat ditemui di rumahnya di Desa Lamreung, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Rabu (26/12/2018).


Kabag Humas Pemerintah Kota Banda Aceh ini pun bercerita kalau matanya langsung berkaca-kaca setiba di lokasi penemuan jenazah. Beberapa warga, menurutnya, langsung mendekatinya dan menunjukkan SIM yang masih utuh serta terbaca dengan jelas. Kain kafan yang membungkus jenazah itupun dibuka agar Taufik bisa memastikan kalau itu istrinya.

Taufik pun membawa pulang jenazah istrinya untuk dimakamkan tak jauh dari tempat dia tinggal. Proses pemakaman selesai digelar jelang tengah malam.

Dia lalu bercerita ketika tsunami menerjang 14 tahun silam. Taufik kala itu menyelamatkan diri sambil menggendong anak mereka yang masih berusia lima tahun.

Setelah lari dari rumah beberapa menit, tiba-tiba gelombang tsunami datang. Anaknya lepas dari genggaman dan mereka digulung gelombang laut. Taufik selamat sedangkan anaknya hingga kini belum ditemukan.

Pasca tsunami, Taufik mulai melakukan pencarian. Dia mencari istrinya hingga sempat membawa dukun untuk melakukan pencarian. Namun, upayanya kala itu tidak membuahkan hasil. Dia juga menuturkan selama hidup dulu mereka tak pernah cekcok.


"Kita dulu hidup tidak pernah cekcok," jelas Taufik dengan mata berkaca-kaca.

Tiga tahun pasca tsunami, Taufik menikah lagi dengan Faiza. Istrinya pun, menurut Taufik, tak mempermasalahkan jika sewaktu-waktu Sri ditemukan. Meski sudah punya istri baru, Taufik tetap berharap Sri ditemukan.

Setelah 14 tahun pencarian, harapan Taufik menemukan istrinya terwujud. Lokasi penemuan jenazah itu hanya berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya di Kajhu. Kini jasad istrinya dia kebumikan tak jauh dari rumahnya. Dia juga membuat tahlilan di masjid dan rumah tempat tinggalnya.

"Saya gak terbayang istri saya dikebumikan di sana. Paling dulu kalau ke sana berdoa di rumah. Setiap bulan puasa, lebaran, peringatan tsunami berdoa di tanah rumah di sana," ujar Taufik.

"Saya nggak ada firasat apa-apa (saat jenazah ditemukan). Cuma waktu sudah berkeluarga lagi nggak pernah lagi muncul (Sri) dalam mimpi. Entah marah atau apa. Dulu almarhumah sering datang dalam mimpi. Waktu saya nikah fotonya jatuh," pungkas Taufik lirih. (agse/haf)