Balada Sumur, Wilayah Terdampak Tsunami yang Sulit Dijangkau

Ibnu Hariyanto - detikNews
Rabu, 26 Des 2018 06:40 WIB
Sulitnya Akses Jalan Menuju Kecamatan Sumur/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Tsunami yang terjadi di Selat Sunda membuat sejumlah daerah di Kabupaten Padeglang, Banten susah diakses dan terisolir. Salah satunya, Kecamatan Sumur.

Kecamatan Sumur disebut lokasi yang paling parah terdampak tsunami tersebut. Ribuan orang harus mengungsi.

"Yang paling banyak meninggal di Sumur. Ada 63 per siang ini yang meninggal dan hampir 8.000 orang harus kita tolong," sebut Bupati Pandeglang Irna Narulita kepada wartawan di Sumur, Pandeglang, Banten, Selasa (25/12/2018).



Ada 7 desa yang paling parah kondisinya, antara lain Ujung Jaya, Taman Jaya, Cigarondong, Tunggal Jaya, Kertamukti, Kertajaya, dan Sumber Jaya. Lokasi ketujuh desa itu berdekatan dengan kawasan Ujung Kulon.

Petugas SAR pun mengalami kesulitan untuk melakukan evakuasi di kawasan Kecamatan Sumur. Namun, tim SAR terus berupaya menjangkau Kecamatan Sumur meski akses ke lokasi tidak mudah untuk dilalui.

BNPB menyebut masih ada 6 desa di Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten masih belum terjangkau petugas atau masih terisolir karena jalanan menuju daerah tersebut sempat terputus. Kini keenam desa tersebut masih membutuhkan bantuan.

"Daerah yang terdampak saat ini belum semuanya bisa dijangkau petugas. Khususnya di Kecamatan Sumur paling ujung dari Pandeglang. Di sini sempat akses menjadi putus sejak pertama karena banyak jalan dan jembatan yang rusak karena terjangan tsunami juga akibat material yang dibawa tsunami," kata Kepala Pusat Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantornya, Jakarta, Selasa (25/12).

Sebenarnya beberapa tempat dalam kondisi normal namun jalanan banyak yang rusak. Kecamatan Sumur terdapat 7 desa yang semuanya berada di pinggir pantai.



Namun yang baru bisa terjangkau oleh tim gabungan adalah Desa Tamanjaya, di dusun Paniis dan Tanjung Male. Sementara 6 desa lainnya belum terjangkau tim gabungan dan masih terisolasi serta membutuhkan bantuan.

"Tim evakuasi masih melakukan pencarian, mendirikan rumah sakit lapangan di sana, menangani pengungsi. Sementara 6 desa yang belum tersentuh Desa Cigorondong, Kertajaya, Sumberjaya, Tunggajaya, Ujungjaya, Kerta Mukti masih memerlukan bantuan," kata Sutopo.



Sementara itu, di hari ketiga penanganan tsunami kemarin, BNPB mencatat 429 orang meninggal dunia dan 1.485 luka-luka serta ratusan bangunan rusak.

"429 orang meninggal, 1.485 orang luka-luka, 154 orang hilang, 16.082 orang mengungsi," terang Kapusdatin BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Senin (24/12).

"882 rumah rusak, 73 penginapan rusak dan 60 warung rusak. 434 perahu dan kapal rusak, 24 kendaraan roda 4 rusak, 41 kendaraan roda 2 rusak, 1 dermaga rusak, dan 1 shelter rusak," imbuhnya.



Saksikan juga video 'Pantauan Udara Pantai Tanjung Lesung Usai Disapu Tsunami':

[Gambas:Video 20detik]

(ibh/jor)