detikNews
Selasa 25 Desember 2018, 14:36 WIB

KLHK Akan Kembangkan Lima Taman Nasional di 2019

Robi Setiawan - detikNews
KLHK Akan Kembangkan Lima Taman Nasional di 2019 Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Melalui proyek infrastruktur (Project Financing Sukuk) berupa Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)/Sukuk Negara, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan mengembangkan lima taman nasional dan satu laboratorium lapangan di 2019. Rencana ini tak lepas dari adanya tambahan dana SBSN tahun 2019 yang diberikan Kementerian Keuangan kepada KLHK senilai Rp 106,23 miliar.

"Manfaat penting SBSN bagi KLHK adalah pengakuan bahwa taman nasional kita ini sudah menjadi sesuatu yang sangat penting dan bahwa di dalamnya itu ada infrastruktur yang memang harus dipersiapkan karena dia menjadi bagian penting dari destinasi wisata untuk pengembangan ekonomi," ujar Menteri LHK, Siti Nurbaya dalam keterangan tertulis, Selasa (25/12/2018).

Hal itu ia ungkapkan dalam Forum Kebijakan Pembiayaan Proyek Infrastruktur Melalui SBSN di Aula Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Kelima taman nasional itu adalah Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Taman Nasional Alas Purwo, Taman Nasional Bunaken, dan Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Di Taman Nasional tersebut, SBSN digunakan untuk membangun sarana dan prasarana, seperti menara pengawas, jalan akses, toilet, pendopo, kandang banteng dan lain lain.

Siti menambahkan pemberian SBSN ini menandakan pengakuan bahwa taman nasional bersifat penting dan sangat relevan, karena menjadi tren destinasi wisata di berbagai negara. Selain itu pemberian SBSN ini juga menandakan jika berbagai corective action tentang taman nasional atau area konservasi harus dilakukan. Hal ini turut mengubah paradigma pengelolaan taman nasional yang tertutup menjadi destinasi wisata yang dikelola dengan baik dengan sistem hijau.


Situ juga menerangkan, KLHK berupaya untuk semakin mengembangkan sumber daya manusia (SDM) dengan kemampuan teknis dan pengetahuan bidang LHK, agar perancangan rencana pengembangan sektor LHK lebih baik. Menurutnya, dengan SBSN ini akan dibangun satu Laboratorium Lapangan di Hutan Diklat Sawala-Mandapa Kadipaten, Jawa Barat.

"Sekarang harapan saya, tahun depan kita bisa mengeksplor tidak hanya di fisik, kami melihat bahwa dalam mencapai sasaran fungsional dari SBSN ini di KLHK diperlukan dukungan penguatan kapasitas kemampuan teknis, pengetahuan dan juga sekolah-sekolah lapang dan laboratorium, jadi penelitian dan pengembangannya juga didorong," ujar Siti.

Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan SBSN adalah salah satu bentuk innovative and creative financing dalam pembiayaan APBN, khususnya dalam membiayai proyek infrastruktur yang dilaksanakan oleh Kementerian/Lembaga (K/L).

Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)/Sukuk Negara untuk pembiayaan proyek infrastruktur (Project Financing Sukuk) merupakan salah satu alternatif pembiayaan infrastruktur yang telah dilakukan sejak tahun 2013. Project Financing Sukuk ini mendukung upaya Pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur.

Di samping itu, penerbitan SBSN untuk pembiayaan proyek tersebut juga dapat memastikan bahwa pembiayaan yang dilakukan Pemerintah digunakan secara produktif untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur prioritas.


(prf/prf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed