33 Korban Tsunami Selat Sunda Masih Dirawat di RSUD Tarakan

Dwi Andayani - detikNews
Selasa, 25 Des 2018 14:30 WIB
Foto: Daftar korban tsunami Selat Sunda di RSUD Tarakan (Dwi Andayani/detikcom)
Foto: Daftar korban tsunami Selat Sunda di RSUD Tarakan (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta - Sebanyak 33 korban tsunami Selat Sunda masih dirawat di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat. 28 orang di antaranya merupakan karyawan koperasi RSUD Tarakan yang juga menjadi korban tsunami.

"Pasien yang sekarang dirawat di Tarakan ada 28, tadinya kan ada 58 tapi yang 30 boleh pulang, yang harus dirawat 28," ujar Dirut RS Tarakan Dian Ekowati saat dihubungi detikcom, Selasa (25/12/2018).


Dalam peristiwa ini, ada 83 orang dari rombongan RSUD Tarakan yang berkunjung ke wilayah Anyer, Banten. Dian mengatakan 22 orang telah dinyatakan meninggal, satu orang belum teridentifikasi sedangkan dua orang belum ditemukan.

"Meninggal jenazahnya ditemukan itu 22, satu lagi masih di rumah sakit kita belum berhasil identifikasi masih di RS Pandeglang atau Serang, yang belum ditemukan dua," ujar Dian.


33 Korban Tsunami Selat Sunda Masih Dirawat di RSUD TarakanFoto: Daftar korban tsunami Selat Sunda di RSUD Tarakan (Dwi Andayani/detikcom)

Sedangkan korban tsunami Selat Sunda yang merupakan pindahan berjumlah 12 orang, 7 diantaranya telah diperbolehkan pulang dan 5 orang masih dalam perawatan. Dian mengatakan korban merupakan pindahan atau rujukan dari rumah sakit lain.

"Korban yang dari bukan Tarakan ada beda lagi ada 12, yang 7 boleh pulang yang 5 dirawat di Tarakan," kata Dian.

"Itu bukan karyawan koperasi Tarakan, dari luar, ada dari Penabur, BNI, warga masyarakat yang lain yang ketemu di sana," sambungnya.


Untuk korban meninggal Dian mengatakan 3 jenazah telah dibawa pulang oleh pihak keluarga, namun Dian tidak memberikan data terkait identitas jenazah tersebut. Sebelumnya 11 jenazah telah lebih dulu dibawa pulang oleh pihak keluarga.

"Tadi malam dibawa sama keluarga, ada 3 kalau nggak salah kan hari sebelumnya sudah dibawa sama keluarga ada 11," ujar Dian.

Dia mengatakan kebanyakan korban di RS Tarakan ini mengalami luka sobek dan patah tulang. Menurutnya, luka terparah adalah patah tulang pada bagian kaki.

"Cedera, luka-luka sobek sama patah tulang. Paling parah-patah tulang kaki, kan terbentur-bentur," tuturnya.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengunjungi RSUD Tarakan, dia mengatakan pemprov DKI Jakarta akan menanggung semua biaya korban tsunami Pantai Carita yang dirawat di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat. Biaya yang ditanggung untuk korban meninggal dan luka-luka.

"Bagi yang dari rumah sakit Tarakan, kalau tidak kita rujuk ke rumah sakit yang lain. Semua biaya yang terkait pengobatan, dan lain lain, yang termasuk yang meninggal seluruhnya di-cover oleh Pemprov DKI," tegas Anies di RSUD Tarakan, Jalan Kyai Caringin, Cideng, Jakarta Pusat, Minggu (23/12).


Simak Juga 'Prediksi BNPB: Indonesia Dilanda 2.500 Bencana di 2019':

[Gambas:Video 20detik]


(dwia/gbr)