DetikNews
Selasa 25 Desember 2018, 05:22 WIB

Rumah Seng dan Ironi Pemilik Porsche Cayman yang Nunggak Pajak

Ibnu Hariyanto, Arief Ikhsanudin - detikNews
Rumah Seng dan Ironi Pemilik Porsche Cayman yang Nunggak Pajak Rumah berdinding seng yang terdaftar sebagai alamat pemilik Porsche (Foto: Ibnu Hariyanto-detikcom
Jakarta - Samsat Jakarta Barat dan Badan Pendapatan dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta menemukan hal tak terduga saat mengecek alamat pemilik Porsche Cayman yang menunggak pajak. Saat didatangi sesuai alamat, rupanya pemilik mobil mewah itu tinggal di rumah berdinding tripleks dan seng.

Pemilik mobil mewah itu terdaftar bernama Aliyah yang beralamat di Jalan Karya Barat IV, RT 09 RW 03, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Namun, saat melakukan pengecekan Minggu (23/12/2018), petugas tidak mendapati pemilik rumah karena sedang berada di luar kota.

"Saya akan telusuri kembali hari Rabu (26/12) setelah ibu Aliyah kembali ke Jakarta," ucap Kepala Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB BBNKB) Jakarta Barat Elling Hartono saat dihubungi detikcom, Senin (24/12/2018).


Mobil Porsche Cayman itu disebut memiliki nilai jual kendaraan bermotor (NJKB) Rp 1,1 miliar. Sementara itu, pajak yang ditunggak si pemilik selama satu tahun senilai Rp 28 juta.

Elling menduga si pemilik asli hanya meminjam KTP Aliyah. Dia mengatakan timnya bakal kembali mendatangi rumah tersebut dan menanyai Aliyah soal namanya yang tercantum sebagai pemilik mobil mewah.

Plt Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Faisal Syafruddin menduga pemilik asli Porsche itu meminjam KTP Aliyah untuk menghindari pajak progresif. Dia menilai perbuatan si pemilik asli itu bisa dikategorikan sebagai penggelapan.

"Ini merupakan salah satu bisa dibilang penggelapan karena beliau yang punya kendaraan hindari pajak progresif yang ada, sehingga menggunakan KTP orang lain yang tidak sesuai," kata Faisal Syafruddin.


detikcom pun mendatangi rumah yang dimaksud. Saat tiba di sana, detikcom tak bertemu dengan Aliyah karena masih di luar kota. Terlihat rumah itu terdiri dari dua lantai yang lantai pertamanya berdinding bata sementara lantai keduanya terlihat berdinding tripleks dan seng serta tak ada garasi mobil sama sekali.

Ibu Aliyah, Mpok Aya, mengatakan anaknya itu ngontrak di lantai dua rumah tersebut. Dia mengaku tak yakin anaknya bisa membeli mobil mewah karena harganya yang mahal.

"Aliyah itu anak saya, tinggal di atas itu ngontrak. Kayaknya itu nggak benar soalnya. Aliyah itu di rumah terus mana punya mobil, orang susahkan, duitnya juga dari mana mobil pasti kredit pasti bayar kayaknya nggak percaya punya mobil," kata Aya saat ditanya soal Aliyah sebagai memilik mobil dan menunggak pajak.

Mpok Aya menyebut anaknya merupakan seorang ibu rumah tangga dan tidak memiliki pekerjaan lainnya. Suami Aliyah, disebut Mpok Aya sebagai petugas keamanan di salah satu kompleks perumahan.

"Suaminya itu kerja keamanan di perumahan Prima Indah," ucapnya.

Aliyah dan suaminya disebut memiliki satu unit sepeda motor. Mpok Aya menduga ada orang yang sengaja memanfaatkan nama Aliyah untuk membeli mobil mewah itu.

"Ya mungkin itu punya orang tapi pakai nama dia ya kalau kita mah mana mungkin punya mobil kayak gitu. Mungkin orang pakai nama dia atas nama anak saya, tapi yang punya orang kaya. Orang susah mana kuat bayar kredit mobil, makan aja susah," ujar Mpok Aya.


"(Aliyah sedang) pulang kampung ke Cirebon, kondangan ke kampung suaminya. Kalau Aliyah anak saya orang Betawi. Saya juga bingung ada gini-gini," sambungnya.

Pihak Samsat pun bakal kembali lagi ke rumah itu untuk bertemu Aliyah. Nantinya, jika memang benar mobil itu bukan milik Aliyah, maka dia diminta untuk memblokirnya supaya tak diuber oleh petugas pajak.

"Besok akan suruh balik nama. Akan dijelaskan, nanti anda kasihan, diuber pajak. Saya akan jelaskan itu," ucap Elling.
(haf/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed