Bantu Terbitkan Dokumen Korban Tsunami, Kemendagri akan Buka Posko

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Selasa, 25 Des 2018 02:05 WIB
Kantong jenazah dikumpulkan di Puskesmas Carita, Pandeglang, Banten. (Bahtiar Rivai/detikcom)
Kantong jenazah dikumpulkan di Puskesmas Carita, Pandeglang, Banten. (Bahtiar Rivai/detikcom)
Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan menerjunkan tim ke lokasi bencana tsunami di Selat Sunda. Mereka yang dibentuk Ditjen Dukcapil itu akan membantu menerbitkan dokumen, terutama akta kematian untuk korban tewas yang sudah diidentifikasi.

"Tim Dukcapil Kemendagri akan membantu Tim DVI dan Inafis untuk mengidentifikasi korban sekaligus membantu menerbitkan dokumen korban yang hilang. Penerbitan akta kematian bagi korban meninggal yang telah teridentifikasi sebagai wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat," kata Keterangan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Bahtiar dalam keterangan tertulis, Senin (24/12/2018).



Tim tersebut akan berkoordinasi dengan DVI Polri yang mengidentifikasi korban tewas. Mereka juga mendirikan posko di tiga lokasi.

"Tiga posko yang akan kami buka adalah posko di Dukcapil Serang, Dukcapil Pandeglang, dan Dukcapil Lampung Selatan. Kami atas nama Kemendagri berharap semoga bantuan yang kami berikan akan sedikit meringankan beban masyarakat yang terkena bencana," ujarnya.



BNPN mencatat jumlah korban tewas akibat tsunami di Selat Sunda mencapai 373 orang. Kerugian fisik akibat tsunami meliputi 681 unit rumah rusak, 69 unit hotel dan vila rusak, serta 420 unit perahu dan kapal rusak.

Data sementara dampak bencana tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda hingga Senin (24/12/2018) pukul 17.00 WIB, selain 373 korban tewas, sebanyak 1.459 orang luka-luka, 128 orang hilang, dan 5.665 orang mengungsi. (abw/rna)