"Jembatan utama tidak ambrol tapi tertutup dahan-dahan kayu yang besar dan kayu. Pengalihan lalu lintas diarahkan ke jalur Singaraja, sampai nanti bisa dibukanya akses jalan nasional ini kita bisa melakukan pembersihan di sini," kata Kepala BPBD Jembrana Eko Susila ketika dihubungi, Minggu (23/12/2018).
Peristiwa banjir bandang tersebut terjadi dini hari tadi sekitar pukul 00.00 Wita. Dia menambahkan akibat banjir bandang ini puluhan kendaraan sempat hanyut terbawa arus dan memastikan tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kurang lebih puluhan sepeda motor hanyut, tapi tidak hanyut hilang, hanyut di rumah warga. Banjir bandang ini selain terjadi di jembatan juga terdampak di rumah warga. Di barat jembatan ada 28, di timur jembatan ada 34," urainya.
Hingga kini pihaknya bersama tim gabungan dari Basarnas, Kodim, Polres Jembrana-Polda Bali bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Sosial masih bekerja untuk melakukan pembersihan. Ada sekitar 5 alat berat yang dikerahkan.
"Kemudian pihak ketiga pengusaha-pengusaha turut serta sierginya menghadirkan becho, loader, kemudian dari PU Provinsi Balai Jalan juga hadir dengan alat beratnya, jadi kita mengerahkan 5 unit alat berat. Tidak ada korban jiwa hanya ada korban material," terang Eko.
Banjir bandang juga membuat puluhan rumah dan kendaraan terdampak. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
(ams/rvk)











































