Amien Rais: Tak Perlu Reshuffle, tapi Dijewer Saja
Senin, 05 Sep 2005 19:35 WIB
Yogyakarta - Mantan Ketua MPR Amien Rais menganggap belum perlu reshuffle kabinet untuk memperbaiki kinerja pemerintahan SBY-Kalla. Namun bila ada menteri yang belum mampu bekerja maksimal, cukup dijewer saja agar lebih berbobot lagi."Memang terkesan kabinet ini ngalor-ngidul, namun saat ini tidak perlu ganti kusir karena bisa jadi malah menambah kerunyaman," kata Amien Rais seusai acaraPelatihan Perlindungan Hak dan Rapat Kerja Daerah 2005, DPD Serikat Pekerja BNI Kanwil 05 Semarang di Hotel Saphir Jl Laksda Adisucipto Yogyakarta, Senin (5/9/2005).Menurut Amien, reshuffle kabinet belum tentu efektif dan dikhawatirkan justru memperburuk keadaan. Namun bila ada pihak-pihak yang mendesak dan menekan agar dilakukan reshuffle kabinet, kemungkinan ada kepentingan politik tertentu."Saya kira lebih baik, jewer saja para menteri yang belum bisa bekerja secara maksimal agar mereka bekerja lebih berbobot lagi," kata mantan Ketua Umum PAN itu. Amien mengatakan yang penting para menteri bisa mengambil kebijakan yang jelas dan tegas untuk kepentingan rakyat, bukan merugikan rakyat. Selain itu, dia juga meminta agar SBY-Kalla melakukan langkah-langkah nyata untuk mengatasi persoalan bangsa yang tak kunjung selesai. Mengenai kenaikan harga BBM, Amien mengaku merasa heran dengan rencana yang akan dilakukan pemerintah. Sebab selama ini Pertamina tidak bisa menghitung ongkos produksi minyak per barel. Kalau saja ada hitungan jelas dan transparan mungkin rakyat masih bisa menerima. Saat ini pemerintah harus mencari solusi lain sebelum menaikkan harga BBM. Bila BBM naik rakyatlah yang akan semakin terbebani."Sayang, kita tidak punya orang seberani seperti pendahulu kita, Bung Karno dan Bung Hatta, Agus Salim dan lainnya yang tegas-tegas menolak neoimperialisme.Sebab saat ini kepentingan global negara-negara adikuasa ingin kembali menjajah negara-negara berkembang dan tidak ada yang berani menolak," tegas guru besar UGM itu.Dalam kesempatan itu Amien juga mengecam keras bila ada seorang menteri yang ingin menjual berbagai aset yang dimiliki bangsa dan negara ke tangan asing.Menteri yang selalu tangan gatal ingin selalu menjual aset bangsa itu disebutnya sebagai penjahat."Jangan sampai ada lagi menteri yang tangannya gatal, ingin selalu menjual semua aset bangsa. Kalau ada yang seperti itu berarti penjahat bangsa," kata Amien.
(asy/)











































