Keluarga Ikhlaskan Kepergian Gubernur Sumut Rizal Nurdin

Keluarga Ikhlaskan Kepergian Gubernur Sumut Rizal Nurdin

- detikNews
Senin, 05 Sep 2005 17:49 WIB
Keluarga Ikhlaskan Kepergian Gubernur Sumut Rizal Nurdin
Jakarta - Hingga saat ini, pihak keluarga belum menemukan jenazah Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Rizal Nurdin. Proses identifikasi terus dilakukan. Meski begitu, pihak keluarga sudah menganggap Rizal meninggal dan mengikhlaskan kepergiannya. Juru Bicara Gubernur Sumut yang juga Kepala Humas Pemprov Sumut, Eddy Sofyan menjelaskan, pihaknya sudah mengecek ke semua RS yang menjadi rujukan para korban pesawat Mandala Airlines. Namun, Rizal tidak ditemukan dalam keadaan selamat. "Informasi yang kami dapatkan, dari 116 penumpang dan kru pesawat, ada 17 orang yang selamat. Tapi, tak ada Pak Gubernur. Karena itu, Pemprov dan pihak keluarga mengikhlaskan kepergiannya," kata Eddy saat dihubungi detikcom, Senin (5/9/2005). Hingga saat ini, di rumah dinas Gubernur Sumut sudah dipenuhi kerabat dan para pegawai Pemprov Sumut. Rencananya, malam ini akan digelar tahlilan untuk mendoakan Rizal Nurdin. Menurut Eddy, pihaknya masih terus melakukan identifikasi terhadap jenazah-jenazah yang ada di semua RS. Keluarga Rizal juga terjun langsung untuk menemukan jenazah. "Keluarga sangat mengenali ciri-ciri tubuh almarhum. Ini mungkin akan membantu identifikasi," ungkap dia. Salah satu ciri yang melekat pada diri Nurdin adalah cincin yang selalu dipakai di tangan kirinya. "Cincin beliau berikat suasa dengan tiga warna, merah, hijau, dan hitam," kata Eddy. Dan hingga saat ini, pihak keluarga belum menemukan jenazah yang mengenakan cincin itu, sehingga belum ada kepastian mana jenazah Nurdin. Menurut dia, saat menumpang Mandala Airlines itu, Nurdin didampingi ajudannya, Irawadi. Juga turut menyertai Nurdin adalah seorang pembantu yang membawa anaknya yang masih kecil. Dan diyakini, semuanya telah meninggal dunia. Proses pencarian jenazah Nurdin akan dilakukan hingga malam ini. Bila ditemukan, jenazah Nurdin akan dimakamkan Selasa (6/9/2005) di kompleks Masjid Raya Al Ma'soem, masjid tertua di Medan. Nurdin akan dimakamkan secara militer. "Tapi, kalau jenazah beliau tidak bisa dikenali, dan juga jenazah-jenazah lainnya, maka kita menyarankan kepada pemerintah pusat agar seluruh jenazah dimakamkan besok secara massal. Kita terserah pemerintah pusat saja, dalam hal ini Dephub," ungkap dia. Nurdin memiliki pangkat terakhir mayjen purnawirawan TNI. Jabatan terakhir di militer adalah Pangdam I/Bukit Barisan. Nurdin dilantik sebagai gubernur Sumut periode pertama pada 15 Juni 1998. Dan saat ini, Nurdin memasuki tahun ketiga sebagai gubernur Sumut periode kedua. Jabatan Nurdin seharusnya berakhir 15 Juni 2008. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads