"Menurut saya, perlu ada penertiban ondel-ondel dari kepentingan-kepentingan pragmatis," kata Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Asraf Ali kepada detikcom, Jumat (21/12/2018).
Asraf mengaku beberapa kali mendapat keluhan mengenai keberadaan pengamen ondel-ondel. Hal tersebut disampaikan warga kepadanya saat masa reses.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asraf mengatakan ada dugaan pengamen ondel-ondel digerakkan oleh pihak-pihak tertentu. Dia menilai hal tersebut dapat membuat ondel-ondel terlihat tak terhormat.
"Kan disinyalir dikelola sekelompok orang, dipekerjakan anak-anak muda. Dia menyewakan, dia bawa pakai bajaj, pakai oplet di suatu daerah. Saya setuju jika melakukan penertiban itu, ikon DKI Jakarta memang harus terhormat," jelas Asraf.
Asraf juga mempunyai pengalaman mengenai pengamen ondel-ondel itu yang setiap malam lewat di depan rumahnya. Meski tak merasa terganggu, dia mendukung bila ondel-ondel itu ditertibkan.
"Setiap hari, setiap malam lewat di rumah saya. Ada 5 sampai 6 kali, saya tinggal di kampung, di Pasar Rumput. Tiap hari, suara musiknya kenceng," tuturnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI menyatakan akan membina pengamen ondel-ondel yang dianggap meresahkan. Ondel-ondel, yang yang merupakan kebudayaan Betawi, akan ditertibkan.
"Karena kan mengamen sendirian, ya kadang-kadang meresahkan. Saya pernah dipaksa juga (memberi duit), dia nggak tahu (saya Plt Kadisparbud). Nah kita tertibkan," kata kata Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya DKI Asiantoro di Balai Kota.
Asiantoro menuturkan akan melakukan ajakan secara persuasif untuk membina pengamen ondel-ondel. Seniman Betawi akan diajak untuk memberikan pembinaan kepada pengamen ondel-ondel berkesenian yang baik.
"Intinya, nanti akan ada di antaranya misalnya ondel-ondel yang lengkap lah yang diperbolehkan ngamen," tutur Asiantoro.
Saksikan juga video 'Mengintip Persiapan Pengamen Ondel-ondel Sebelum Beraksi':
(fdu/tor)










































