Pelaku yang masing-masing diketahui berinisial RK (16), WY (23), dan RH (19) diamankan di sebuah kamar kos di Kecamatan Mandai, Maros, Sulawesi Selatan. Mereka tidak berkutik saat HP yang mereka jual ke seseorang sudah berada di tangan polisi. Mereka pun langsung digiring ke Mapolres Maros.
"Kami amankan tiga orang, salah satunya masih di bawah umur ya. Hasil rampasan mereka pakai untuk beli perlengkapan masak di kosannya," kata Kasat Reskrim Polres Maros Iptu Deni Eko, Jumat (21/12/2018).
Ketiga kawanan begal ini sebelumnya beraksi di sekitar patung kuda Maros saat menjelang subuh. Korban yang baru turun dari bus luar kota langsung didatangi pelaku dengan membawa anak panah serta ketapel untuk mengancam korban. Setelah merampas HP, ketiga pelaku langsung kabur.
"Jadi waktu itu memang sepi karena jam 16.00 WIB subuh ya. Pelaku ini langsung datangi korban yang baru turun dari bus dari Mamuju. Karena diancam pakai busur, korban terpaksa menyerahkan HP-nya," lanjut Deni.
Baca juga: Pelaku Begal WN Belanda di Lombok Ditangkap |
Menurut Deni, otak pelaku pembegalan ini justru RK (19), yang sekaligus berperan mengancam korban dengan anak panah. HP rampasan itu malah mereka jual melalui media sosial yang akhirnya terdeteksi oleh polisi. Tak hanya itu, berbekal ciri-ciri pelaku, Tim Jatanras Polres Maros berhasil meringkus ketiganya.
"Otaknya ini si RK. Nah berdasarkan unggahan di medsos dan ciri-ciri pelaku yang memiliki bertato Bugs Bunny, langsung kita deteksi. Pelaku bertato ini malah baru keluar dari penjara dua minggu lalu kasus curanmor," pungkasnya.
Di depan orang tuanya yang datang menjenguk, RK tak kuasa menahan tangis sambil memeluk ibunya yang bekerja hanya sebagai buruh tani. Ia pun akan diserahkan ke unit perlindungan anak dan perempuan. Ketiga pelaku ini dijerat Pasal 365 sub 362 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara. (asp/asp)











































