Jelang Nataru, Ribuan Botol Miras di Bali dan Banten Dimusnahkan

Jelang Nataru, Ribuan Botol Miras di Bali dan Banten Dimusnahkan

Aditya Mardiastuti, Bahtiar Rifa'i - detikNews
Jumat, 21 Des 2018 10:27 WIB
Jelang Nataru, Ribuan Botol Miras di Bali dan Banten Dimusnahkan
Denpasar - Polda Bali memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras) dan ribuan liter arak. Hal serupa juga dilakukan di Banten.

"Pemusnahan ini yang dihasilkan dari 2 kali operasi Cipta Kondisi dengan Pekat mulainya November dan Desember. Jumlah minuman keras yang kita musnahkan ada sekitar 2 ribu lebih botol, ada 1.650 liter arak, barang bukti ini kita peroleh dari polda yang melakukan kegiatan termasuk polres jajaran kita kumpulkan jadi satu dan kita lakukan pemusnahan," kata Wadir Narkoba Polda Bali AKBP Sudjarwoko usai gelar pasukan Operasi Lilin Agung 2018 dan Tahun Baru 2019 di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Jumat (21/12/2018).

Dari data tersebut sitaan terbanyak berasal dari Polresta Denpasar 593 liter arak dan 600 botol miras, kemudian disusul Polres Karangasem dengan 160 liter arak, Polres Bangli dengan 140 liter arak, dan Polres Badung 100 liter arak. Sementara Direktorat Narkoba Polda Bali menyumbang sitaan 900 botol miras, 250 botol anggur merah, dan 400 botol bir. Ditambah dengan Polres lainnya sehingga total ada 1.634,5 liter arak dan 2.150 botol miras termasuk anggur merah dan bir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tujuannya mengurangi atau mencegah terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan, kita juga melakukan penertiban dengan masyarakat agar tidak terlalu sering melakukan kegiatan minum-minum miras karena dampaknya ke masyarakat merugikan," jelasnya.

Dia menambahkan jumlah sitaan pada tahun ini mengalami peningkatan sebanyak 0,2 persen dibanding tahun sebelumnya pada bulan yang sama. Dia memastikan selama perayaan Natal dan Tahun Baru pihaknya bakal patroli keliling Bali untuk menggelar operasi Cipkon maupun Pekat.

"Menjelang tahun baru kita tetap operasi. Salah satu bentuknya Cipkon, terus kita lakukan," tuturnya.

Banten

Sebanyak 30.155 botol miras dihancurkan dari hasil Operasi Pekat Kalimaya 2018. Miras yang oleh Kapolda Banten Brigjen Tomsi Tohir disebut sebagai sumber malapetaka digilas alat berat di halaman Polda Jl. Syekh Nawawi Al Bantani, Serang, Jumat (21/12/2018).

Didampingi ulama Banten Abuya Muhtadi, Tomsi mengatakan bahwa miras yang dihancurkan adalah hasil operasi selama 10 hari jelang Natal dan Tahun Baru. Tapi, ia meminta operasi pemberantasan miras sebagai sumber malapetaka dilakukan sepanjang tahun.

"Saya minta jangan kalau mau Natal dan Lebaran. Namun ditingkatkan kegiatan ini karena ini (miras) sumber malapetaka.Habis minum mencuri, ngerampok. Ini sumber malapetaka," katanya.

Selain ribuan miras, 11 jirigen plus 10 paket plastik miras oplosan juga termasuk yang dihancurkan. Barang tersebut, disita dari gudang dan pertokoan serta tempat hiburan malam.

Operasi Pekat selama 10 hari juga mengamankan 152 orang yang terindikasi sebagai wanita penghibur plus 3 waria. 151 orang dilakukan pembinaan dan dilakukan identifikasi. 1 orang dilakukakn proses sidik karena diindikasi sebagai mucikari.

"Satu orang disidik karena sebagai mucikari atau germo," ujarnya.

Di samping itu, sebanyak 136 orang dilakukan pembinaan terhadap preman. Mayoritas, mereka diindikasi sebagai juru parkir liar tanpa izin dan orang yang berkeliaran di malam hari. (ams/asp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads