Massa PKS Demo, Anggota DPRD Sulteng Batal Dilantik
Senin, 05 Sep 2005 15:05 WIB
Palu - Puluhan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Senin (5/9/2005), kembali berunjuk rasa memprotes pelantikan Bobby Tumuju dari Partai Pelopormenjadi anggota DPRD Sulteng. Massa PKS nyaris bentrok dengan Satuan Perintis Kepolisian Resor Palu saat akan memaksa masuk ke ruang sidang paripurna DPRD Sulteng.Saat itu, DPRD memang mengagendakan sidang paripurna pelantikan anggota Dewan pengganti antarwaktu atas nama Bobbi Tumuju dari Partai Pelopor. Dia menggantikan Syamsiah Ponulele yang mangkat. Satuan Perintis yang membarikade pintu masuk ruang sidang paripurna terlibat baku dorong dengan massa. Massa nyaris saja terlibat bentrok dengan Polisi.Koordinator lapangan aksi PKS ini, terlihat sudah tak mampu mengendalikan emosi. "Kita paksa masuk saja. Kita di jalan kebenaran. Tidak perlu takut. Itu hak kita yang dizalimi," teriaknya. Situasi yang makin memanas akhirnya bisa dikendalikan, saat pimpinan dewan mengambil kebijakan untuk menerima 10 orang perwakilan para pengunjuk rasa. Polisi pun kembali tenang, setelah sebelumnya sempat tegang karena massa terus mendorong mereka dan memaksa masuk.Namun, situasi kembali panas setelah di depan ruang sidang, mereka kemudian dibarikade oleh Satuan Polisi Pamong Praja. Massa baru kembali tenang setelah Ketua DPRD Murad U Natsir keluar menemui mereka, namun karena terus dicecar pertanyaan, Ketua DPRD kembali masuk ke ruang sidang.Massa PKS ini mempersoalkan penggelembungan suara Partai Pelopor di daerah pemilihan II Kabupaten Donggala, Sulteng, dari 3.139 suara menjadi 13.250suara. Padahal berdasar penyelidikan yang dilakukan PKS, suara itu adalah suara milik PKS yang mencalonkan Sakinah Aljufri.Namun kemudian suara itu diklaim oleh Partai Pelopor, yang kemudian nyaris saja mengantar Bobby Tumuju sebagai anggota DPRD Sulteng pada Senin (5/9/2005) ini. Bobby adalah pengganti Antarwaktu dari Syamsiah Ponulele yang mangkat saat menjalankan tugas.Beberapa waktu lalu, kasus ini sudah dibawa ke Pengadilan Negeri Palu. Saat itu Partai Pelopor dinyatakan bersalah, melakukan penggelembungan suara dengan mencuri suara dari PKS. Namun entah bagaimana, Syamsiah Ponulele tetap dilantik menjadi anggota DPRD Sulteng sampai kemudian ia mangkat.Untungnya, setelah melalui rapat yang alot, akhirnya pimpinan DPRD Sulteng mengambil keputusan untuk menunda pelantikan anggota DPRD atas nama Bobby Tumuju dari Partai Pelopor. "Kita akan mengadakan rapat internal pimpinan dewan, dan bisa saja diperluas untuk membicarakan masalah ini. Pelantikan hari inikita tunda sampai kita menemukan kejelasan masalahnya," demikian Ketua DPRD Sulteng Murad U Natsir, di depan sidang paripurna.
(asy/)











































