Pencarian Korban Longsor Toba Samosir Dihentikan

Pencarian Korban Longsor Toba Samosir Dihentikan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 20 Des 2018 11:48 WIB
Tanah longsor di Toba Samosir. (dokumentasi BNPB)
Toba Samosir - Tim gabungan dari Basarnas, TNI, dan Polri menghentikan pencarian seorang korban longsor, Sutan Marpaung (37). Sutan merupakan warga Desa Halado, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara.

"Pencarian selama tiga hari ini, yang dilakukan tim gabungan tidak juga membuahkan hasil bagi korban tertimbun material longsor di Desa Halado," kata Kepala BPBD Toba Samosi Herbet Pasaribu saat dihubungi dari Medan, sebagaimana dilansir Antara, Kamis (20/12/2018).

Ia menjelaskan tim gabungan menghentikan pencarian korban karena sesuai dengan prosedur operasional standar dan telah berlangsung selama tujuh hari lebih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba Samosir tetap melanjutkan pencarian selama satu hari lagi bagi korban warga Desa Halado yang belum ditemukan itu, " ujar Herbet.

Ia mengatakan pencarian tersebut sesuai dengan permintaan warga kepada Pemkab Toba Samosir. Pencarian juga melibatkan petugas BPBD Toba Samosir, Satpol PP, institusi terkait lainnya, dan dibantu warga setempat.

"Jadi, pencarian korban tersebut, tidak melibatkan lagi tim gabungan Basarnas, TNI, dan Polri," ucap dia.

Seorang lagi korban tanah longsor atas nama Sutan Marpaung (37), warga Desa Halado, Kecamatan Pintu Mohan Meranti, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara, belum ditemukan.

Pencarian korban di lokasi kejadian, Minggu (16/12) sekitar pukul 17.00 WIB, terpaksa dihentikan karena tiba-tiba hujan turun lebat. Namun cuaca ekstrem tersebut tidak menimbulkan tanah longsor susulan.

Upaya menyingkirkan material tanah longsor tersebut menggunakan lima ekskavator, yakni empat unit milik pemda dan satu unit milik PT Inalum.

Satu korban tertimbun tanah longsor telah ditemukan di lokasi kejadian, Sabtu (15/12), sekitar pukul 08.30 WIB. Korban tersebut atas nama Kasmer Marpaung (35), warga Desa Halado.

Setelah korban tersebut ditemukan, jumlah warga tertimbun tanah longsor yang meninggal dunia sembilan orang.

Korban yang selamat lima orang, sebagian di antara mereka mendapat perawatan di poliklinik dan beberapa orang telah kembali ke rumah.

Peristiwa tanah longsor terjadi pada Rabu (12/12) sekitar pukul 23.30 WIB di Desa Halado, tepatnya di Jalan lintas Sigura-gura, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba Samosir. Bencana ini menimpa tiga rumah warga.

Sembilan korban yang meninggal berada di bawah tumpukan tanah di bangunan rumah yang tertimbun longsor. Beberapa di antaranya Bantu Tambunan (70), Jones Tambunan (46), Nurcahaya boru Marpaung (40), Ahmadi Tambunan (23), Ambrin Tambunan (13), Sarlina boru Tambunan (19), Rosdiana boru Nainggolan (35),Nia boru Marpaung (14), dan Kasmer Marpaung (35).

Sebanyak lima korban selamat dan mengalami luka-luka, beberapa di antaranya Jelly Marpaung (12) dan Alpen Marpaung (5). (asp/asp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads