"Secara umum, kalau kita lihat di sini, banjir, longsor, dan puting beliung itu masih tetap mendominasi kejadian bencana tahun ini. Per tanggal 14 Desember, kejadian bencana jumlahnya adalah 2.426. Itu menyebabkan 4.231 orang meninggal dunia dan hilang, lalu ada 6.948 orang yang luka-luka, sedangkan masyarakat yang terdampak jumlah keseluruhannya sekitar 9,9 juta orang," kata Kepala BNPB Willem Rampangilei di kantornya, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Rabu (19/12/2018).
Willem menjelaskan, dari sejumlah bencana itu, 96,9 persen merupakan bencana yang bersifat hidrometeorologis, sedangkan 3,1 persen lainnya bencana geologi. Meski jumlahnya lebih sedikit, bencana geologi menyebabkan dampak yang lebih besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Willem menjelaskan jumlah bencana pada 2017 lebih banyak daripada 2018 pada periode yang sama, yaitu 1 Januari hingga 14 Desember. Tahun ini, jumlah kejadian bencana turun 11,36 persen.
Baca juga: 198 Rumah Terbangun Pascagempa NTB |
Namun jumlah korban meninggal dan hilang naik. Jumlah korban luka-luka, mengungsi, dan rumah rusak juga naik.
"Gempa bumi NTB dan gempa bumi yang disusul tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah adalah penyebab kenaikan dampak bencana. Jadi bencana yang di Sulteng itu dampaknya sungguh sangat luar biasa," ujarnya.
Lebih lanjut, dijelaskan Willem, pertumbuhan ekonomi akan terkoreksi karena dampak bencana yang kompleks. Dampak bencana bukan hanya terhadap kehidupan manusia, tetapi juga berdampak pada ekonomi dan lingkungan.
"Dari aspek ekonomi pada saat tidak terjadi bencana itu, pertumbuhan ekonomi 6,24 persen. Kondisi setelah gempa dan tsunami itu turun 4,49 persen sehingga pertumbuhan ekonomi di daerah itu 1,75 persen. Menurunnya pertumbuhan ekonomi akan berdampak terhadap inflasi. Inflasi terkoreksi, yaitu 6,63 persen," ucap Willem.
Menurut Willem, dampak ekonomi akibat bencana akan meningkatkan jumlah penduduk miskin baru. Willem meminta negara perlu melakukan upaya pengurangan resiko bencana dengan berinvestasi.
"Bahwa ke depan kita perlu melakukan upaya dalam pengurangan resiko bencana. Dengan kata lain, tidak ada cara lain bahwa kita sebagai negara yang rawan terhadap bencana, tidak boleh tidak, kita harus berinvestasi di dalam pengurangan resiko bencana," pungkasnya.
Saksikan juga video 'Pentingnya Mitigasi Bencana Sejak Dini':
(azr/idh)











































