DetikNews
Rabu 19 Desember 2018, 14:33 WIB

Taman Safari Bogor Kecam Hoax Promo Tiket Istana Panda!

Raras Prawitaningrum - detikNews
Taman Safari Bogor Kecam Hoax Promo Tiket Istana Panda! Foto: Dok Taman Safari Indonesia
Jakarta - Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor mengklarifikasi berita hoax terkait promo tiket masuk yang disebarkan oleh oknum tak bertanggung jawab. Sehari menjelang Harbolnas, akun palsu Taman Safari yakni @tamansafari menyebarkan Instagram Story mengenai promo tersebut.

"Kami atas nama Taman Safari mengecam keras tindakan tidak bertanggung jawab tersebut. Promo yang disebarkan melalui Instagram @tamansafari bukanlah pihak kami, tidak ada promo seperti itu," ujar General Manager TSI Bogor, Putu Aryantho, saat dihubungi detikcom, Rabu (19/12/2018).


Menanggapi kejadian tersebut, TSI Bogor telah menindaklanjuti kasus ini ke pihak kepolisian keesokan harinya, Rabu (12/12/2018).

"Kami telah menindaklanjuti kasus ini ke pihak berwajib esok harinya dan sampai sekarang masih dalam proses penelusuran. Bagi para pencinta TSI, diimbau agar mengikuti perkembangan terkini mengenai TSI Bogor di akun asli yakni @taman_safari atau langsung datang ke Taman Safari," jelasnya.

Diketahui hingga hari ini (19/12/2018), akun palsu @tamansafari mem-posting promo tiket masuk terusan Istana Panda dengan bantuan Instagram Ads. Adapun promonya adalah Buy 1 Get 1 tiket terusan Istana Panda dan promo beli 2 tiket hanya Rp 200 ribu.


Sebagai informasi, TSI Bogor mematok harga tiket masuk weekdays untuk pengunjung domestik di atas 6 tahun sebesar Rp 195 ribu dan di bawah 5 tahun Rp 170 ribu. Sementara tiket masuk weekend dan hari libur dihargai Rp 230 ribu untuk pengunjung domestik berusia di atas 6 tahun dan Rp 210 ribu untuk di bawah 5 tahun.

"Taman Safari Indonesia - Bogor tidak mengetahui, mengenal, ataupun memiliki hubungan dengan pihak ketiha tersebut. Dalam kasus ini, Taman Safari Indonesia - Bogor juga merupakan pihak yang dirugikan. Pihak ketiga membuat akun bank/virtual dengan mencantumkan nama Taman Safari Indonesia dan hal tersebut di luar pengetahuan serta jangkauan wewenang kami," tulis pihak TSI Bogor melalui akun @taman_safari.


Melalui klarifikasi di Instagram pula, TSI Bogor mengimbau agar para pihak yang merasa dirugikan dalam hal ini untuk membuat laporan kepada pihak berwajib terdekat sesuai dengan lokasi bertransaksi online.

TSI Bogor juga akan membantu menyediakan data atau informasi yang dibutuhkan para pihak yang merasa dirugikan akan hal ini untuk digunakan sebagai syarat pelaporan terhadap pihak kepolisian atau pihak bank.
(ega/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed