DetikNews
Rabu 19 Desember 2018, 11:58 WIB

Organisasi Dokter Ramai-ramai Minta 3 Dokter Spesialis Tak Ditahan

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Organisasi Dokter Ramai-ramai Minta 3 Dokter Spesialis Tak Ditahan
Pekanbaru - Berbagai organisasi dokter di Indonesia mengajukan surat penangguhan penahanan terhadap 3 dokter spesialis yang tersandung kasus dugaan korupsi alat kesehatan. Alasannya, spesialias yang dimiliki 3 dokter tersebut langka di Riau.

"Kami dari IDI sudah melayangkan surat bersama pusat (IDI) ke Pengadilan Negeri Pekanbaru untuk penangguhan penahanan terhadap 3 rekan kita," kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Riau, dr Zul Asdi Sp.B kepada detikcom, Rabu (19/12/2018).

Zul menjelaskan, tidak hanya IDI saja yang melayangkan surat penangguhan penahan tersebut. Sejumlah organisasi dokter lainnya juga melayangkan yang sama. Organisasi itu adalah, Ikatan Bedan Indonesia (IBI), Persatuan Bedah Umum, Persatuan Dokter Gigi Indonesia, Persatun Ahli Bedah Plastik Indonesia, Persatuan Bedah Mulut dan Persatuan Rumah Sakit.

"Semua organisasi ini mengajukan penangguhan. Kita harapkan majelis hakim dapat mengabulkan permohonan kami ini. Surat itu kita serahkan kemarin saat sidang pertama," kata Zul.

Zul menjelaskan, ketiga dokter senior yang kini duduk di kursi pesakitan itu adalah, dr Welly Zulfikar merupakan ahli bedah kepala dan leher. Selanjutnya dr Kuswan Ambar Pamungkas asli beda plastik micro surgery.

"Di Riau hanya mereka berdua saja yang ahli bidang tersebut, spesialis yang mereka miliki tergolong langka," kata Zul.

Karena terbatasnya keahlian yang dimiliki kedua dokter tersebut, kata Zul, sehingga pasien untuk mendapatkan pelayanannya harus antre yang cukup lama.

"Banyak pasein yang antre selama ini untuk mendapatkan pelayanan medis dari keduanya," kata Zul.

Untuk dr Masrial, kata Zul merupakan ahli bedah mulut. Jumlah dokter ahli bedah mulut ini di Riau hanya lima orang.

"Kami berharap majelis hakim bisa mempertimbangkan hal itu. Sekarang banyak pasien yang tidak bisa mendapatkan pelayanan medis dari ketiga rekan kita tersebut," kata Zul.

Sebagaimana diketahui, ketiga dokter senior itu terjerat kasus dugaan korupsi pembelian alkes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Mereka didakwa telah menggelembungkan dana pembelian alkes yang merugikan negara Rp 420 juta. Selain para medis itu, dua orang dari pihak swasta.
(cha/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed