detikNews
Rabu 19 Desember 2018, 11:52 WIB

Di Depan La Nyalla dan Ulama Madura, Jokowi Tepis Isu PKI

Andhika Prasetia - detikNews
Di Depan La Nyalla dan Ulama Madura, Jokowi Tepis Isu PKI Foto: Jokowi (Andhika Prasetya/detikcom)
Bangkalan - Capres Joko Widodo (Jokowi) mendapat dukungan dari ulama Madura untuk Pilpres 2019. Di depan ulama, dan juga La Nyalla Mattalitti, Jokowi menjawab hoax dirinya aktivis PKI.

"Presiden Jokowi PKI, tapi saya senyam senyum saja. Saya sabar. Tapi kemarin saat kita survei penelitian, ternyata ada lebih dari 9 juta yang percaya. Ini perlu saya jawab," ujar Jokowi di Gedung Serba Guna Rato Ebuh, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Rabu (19/12/2018).


Jokowi mengaku awalnya hanya diam ketika diserang isu PKI. Namun dirinya sadar, berdasarkan hasil survei internal, ada 9 juta penduduk Indonesia yang mempercayai isu Jokowi PKI.

"Saya diam bukan karena apa-apa. Setelah di survei ada 9 juta, supaya nggak berkembang jadi 9 juta, 10 juta, saya sampaikan. PKI dibubarkan 1965-1966. Saya lahir tahun 1961, umur saya masih 4 tahun. Masuk TK saja belum. Kan nggak ada PKI balita," kata Jokowi.

Tidak sampai di situ, tuduhan Jokowi PKI juga dilarikan ke sebuah gambar pimpinan PKI DN Aidit berpidato dan di dekatnya ada orang berperawakan mirip Jokowi. Jokowi heran. Sebab, pada tahun 1955 ia belum lahir.

"Coba lihat di medsos, ada ratusan gambar DN Aidit pidato. Saya lahir saja belum. Saya lihat saat itu di HP saya, la kok wajahnya persis saya. Lo kok bener saya? Cara-cara rekayasa seperti ini politik tidak beretika, tidak ada sopan santunnya. Apa mau diteruskan?" ujar Jokowi.


Selain diterpa isu PKI, Jokowi mengatakan isu antek asing juga dialamatkan kepada dirinya. Namun, isu itu kemudian dia jawab dengan kebijakan pemerintah yang mengambil Blok Rokan dan Blok Mahakam.

"Harusnya demo besar-besaran, demo mendukung. Saya nunggu didemo, nggak ada. Dituduh antek asing," ucapnya.

Deklarasi akbar ulama Madura juga dihadiri Yenny Wahid, Ketum PPP Romahurmuziy, Nyai Fuad Amin, hingga Seskab Pramono Anung. Jokowi juga disematkan sorban dalam acara deklarasi.

Seperti diketahui, La Nyalla sebelumnya telah mengakui bahwa dirinya merupakan orang yang menyebarkan isu Jokowi PKI di Madura, Jawa Timur. Tidak hanya isu Jokowi PKI, mantan Ketum PSSI itu bahkan juga mengaku menyebarkan tabloid obor rakyat dan isu Jokowi antek asing dan aseng saat Pilpres 2014 lalu.

Namun, La Nyalla telah bertobat dan meminta maaf pada Jokowi. Pada Pilpres 2019 ini pun dia mendedikasikan dirinya untuk memenangkan Jokowi sebagai penebus dosa.




Saksikan juga video 'Pengakuan La Nyalla Sebar Hoax 'Serang' Jokowi di Pilpres 2014':

[Gambas:Video 20detik]


(dkp/mae)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com