Koalisi Puji Kejujuran Prabowo Soal Imam Salat

Mochamad Zhacky, Tsarina Maharani - detikNews
Selasa, 18 Des 2018 22:24 WIB
Capres nomor urut 02 sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Prabowo Subianto merasa tidak pantas menjadi imam salat. Pengakuan calon presiden nomor urut 02 itu pun menuai sanjungan dari partai-partai politik yang mengusungnya dalam Pemilu 2019.

"Saya nggak bisa jadi imam salat katanya. Ya saya merasa tahu diri, betul? Yang jadi imam ya harus orang yang lebih tinggi ilmunya," kata Prabowo di Sentul, Bogor, Senin (17/12/2018).
Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam Konferensi Nasional Gerindra di depan kader Partai Gerindra. Pidato itu disiarkan secara langsung melalui layar lebar yang berada di luar acara konferensi, yang dapat disaksikan masyarakat dan wartawan.

Prabowo memang tidak merujuk pada siapa ucapannya itu ditujukan. Namun, yang pasti, sebelum Prabowo menyampaikan hal itu, ada Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jawa Timur La Nyalla Mattalitti yang menantang Prabowo untuk menjadi imam salat.

"Saya tidak takut mengakui, saya merasa tidak pantas menjadi imam salat. Lebih baik saya ikuti imam yang lebih tinggi ilmunya daripada saya. Untuk apa saya bohong? Untuk apa saya pura-pura kepada kalian? Kalau nggak mengerti, saya tanya, 'Pak Ustaz, gimana ini?' Beliau menjelaskan. Pak Ustaz, apakah Islam ini agama yang radikal? Oh, tidak benar. Mereka ajarkan Islam kita Islam yang rahmatan lil alamin. Islam kita adalah Islam yang melindungi semua dalam alam semesta," ujar Prabowo.

Parpol-parpol pendukung Prabowo pun langsung melempar pujian pada capres junjungannya itu. Seperti yang disampaikan Direktur Pencapresan PKS Suhud Alynudin yang menyebut Prabowo sebagai sosok yang jujur.

"Pak Prabowo sudah bersikap jujur soal kapasitas dia dalam hal agama. Karena itu, dalam soal ini, dia mempercayakan kepada pihak yang lebih memiliki kompetensi," kata Suhud.

"Kami kira sikap ini sejalan dengan prinsip dalam ajaran Islam, di mana orang yang memiliki kapasitas keilmuan Islam yang lebih berhak menjadi imam salat," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PAN Faldo Maldini menilai sikap Prabowo itu menunjukkan Ketua Umum Partai Gerindra itu sangat percaya pada ajaran ulama. Dia kemudian menyindir kubu Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin yang malah mengajak debat pamer kesalehan.

"Beliau ini sering bersama dengan ulama-ulama. Beliau adalah figur yang sangat percaya pada otoritas keilmuan para ulama, dari mazhab mana pun, lulusan tradisi kesarjanaan mana pun, yang sudah berguru sama begawan-begawan. Saya kira tidak ada yang berani ambil imam salat jika dihadapkan dengan situasi seperti itu," kata Faldo.




Sedangkan bagi anggota Dewan Pembina DPP Gerindra Habiburokhman, pidato Prabowo tersebut telah menyentuh hatinya. Prabowo dinilainya sebagai seorang yang enggan berpura-pura hanya demi pencitraan.

"Saya hadir kemarin dan mendengar pidato 08 (Prabowo). Terus terang saya terharu dan menitikkan air mata mendengar betapa tulusnya beliau. Beliau tak mau berpura-pura hanya untuk pencitraan," kata Habiburokhman.

Habiburokhman menilai tak banyak pemimpin yang memiliki sikap seperti Prabowo. Ia pun prihatin saat ini banyak orang yang menjadikan agama sebagai alat pencitraan.

"Saya pikir kita nggak banyak stok pemimpin yang jujur seperti beliau. Sebaliknya, kita prihatin akhir-akhir ini sepertinya banyak orang yang jadikan agama sekedar sebagai pencitraan," ujarnya. (dhn/jbr)