Gus Sholah Bicara Soal Video Habib Rizieq dan Gagasan NKRI Bersyariah

Andhika Prasetia - detikNews
Selasa, 18 Des 2018 17:55 WIB
Gus Sholah/Foto: Enggran Eko Budianto
Jakarta - Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang KH Salahudin Wahid (Gus Sholah) menyebut Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab pernah menghendaki NKRI bersyariah. Gus Sholah menyampaikan pemikiran Habib Rizieq itu tidak benar.

"Saya pernah melihat video Habib Rizieq yang menghendaki NKRI bersyariah. Saya sampaikan pada kawan FPI, nggak ada NKRI bersyariah itu," ujar Gus Sholah saat acara peresmian Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy'ari di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (18/12/2018).

Adik kandung Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini mengatakan, Indonesia tidak menganut paham syariah dalam tatanan UUD 1945. Namun tetap ada beberapa UU yang memakai nama syariah.

"Ketika tujuh kali tujuh kata, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, maka kita coret. Maka NKRI kita tidak bersyariah lagi. Tidak bersyaiah dalam tataran UUD. Tetapi dalam UU, banyak sekali syariah Islam yang masuk perundang-undangan kita. Yang memakai nama syariah itu ada, UU Perbankan Syariah," kata Gus Sholah.

"Saya tanya, kapan kita melarang syariah? Nggak ada. Kecuali hukum pidana Islam, itu saja yang dilarang. Yang lainnya monggo, silakan," imbuhnya.



Gus Sholah menceritakan peran ulama dalam memperjuangkan NKRI. Ia juga menegaskan bahwa pandangan eks HTI yang menyebut Indonesia negara thogut adalah salah.

"Kita tahu proses sejarah, dan akhirnya kita menerima keadaan seperti sekarang yang sangat baik. Ini sekaligus bantahan terhadap kelompok Islam seperi pengikut Abu Bakar Ba'asyir dengan kelompok Majelis Mujahidin atau JAT dan juga HTI," ucapnya.

"Mereka mengatakan negara Indonesia ini tidak sesuai dengan ajaran Islam. Negara Indonesia ini adalah negara thogut. Kita sampaikan kepada masyarakat bahwa tidak betul itu," imbuh Gus Sholah.


Saksikan juga video 'Habib Rizieq Haramkan Pilih Capres-Caleg Partai Penista Agama':

[Gambas:Video 20detik]

(dkp/fjp)