Foto Sampah Penuhi Pantai di Bali Viral, DLHK: Fenomena Alam Tahunan

Indah Mutiara Kami - detikNews
Senin, 17 Des 2018 18:04 WIB
Foto viral sampah penuhi pantai di Bali / Repro foto Instagram @thelifeofjord (Toriq/detikcom)
Jakarta - Foto yang memperlihatkan sampah memenuhi pantai di Bali viral di media sosial. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Badung menjelaskan fenomena yang terjadi tiap tahun tersebut.

Foto yang viral itu adalah hasil jepretan drone yang diunggah seorang WNA bernama Jordan Simons dengan nama akun @thelifeofjord di Instagram dan Twitter. Foto itu memperlihatkan seorang perempuan berbikini berbaring di pantai dengan sampah di sekelilingnya.

"Just another day in paradise 😍" tulis Simons.



Selain foto, dia juga mengunggah video drone yang memperlihatkan banyaknya sampah di sekelilingnya. Video itu disebut Simons untuk menjawab anggapan sampah di fotonya adalah hasil editan.

Lewat Instagram, Simons menyebut foto itu diambil di Pantai Batu Bolong, Kuta Utara, Badung, Bali. Tidak disebutkan waktu pengambilan fotonya. detikcom telah menghubungi Simons lewat Instagram untuk wawancara namun belum mendapat balasan.

Hingga Senin (17/12/2018) pukul 17.30 WIB, foto di akun Simmons telah mendapat mendapat lebih dari 18.000 likes dan 600 komentar. Foto yang sama di Twitter sudah diretweet lebih dari 3.500 kali.



Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, I Putu Eka Merthawan, mengatakan banyaknya sampah di pantai tersebut adalah imbas fenomena alam tahunan. Dia menegaskan petugas dari pemkab rutin membersihkan sampah di pantai.

"Sudah hampir puluhan tahun begini. Ini fenomena alam tahunan, dampak angin monsoon barat yang bertiup dari barat laut Samudera Hindia," kata Eka saat dihubungi, Senin (17/12/2018).

Foto Sampah Penuhi Pantai di Bali Viral, DLHK: Fenomena Alam TahunanFoto: Pembersihan sampah dari pantai di Badung Bali (Dok. DLHK Badung)


Eka mengatakan fenomena ini tidak hanya terjadi di Pantai Batu Bolong melainkan juga Legian, Seminyak, hingga Jimbaran. Dia menyebut sampah yang tersebar di pantai sebanyak 90 persen merupakan sampah organik dan sampah plastik hanya 10 persen.

Tiap hari, ada petugas yang sigap membersihkan sampah di pantai, tetapi Eka berharap pihaknya dimaklumi bila mungkin masih terasa kurang karena luasnya daerah yang harus dibersihkan. Dia juga mengapresiasi partisipasi masyarakat yang ikut membersihkan sampah di pantai, termasuk turis lokal dan mancanegara.

"Tahun ini, partisipasi masyarakat dan pendukung pariwisata bagus. Keterlibatannya luar biasa. Kami bangga juga karena bule-bule itu dengan tulus hati (ikut membersihkan)," pungkas Eka. (imk/tor)