Dunia Jazz Rugi Besar
Minggu, 04 Sep 2005 18:55 WIB
Den Haag - Kornet pertama yang dimainkan dedengkot jazz Louis Amstrong, trompetnya Dizzy Gillespie, klarinetnya Larry Shield, lalu apa lagi? Dunia jazz menderita rugi besar...Ada yang mungkin luput mendapat perhatian orang mengenai korban keganasan topan Katrina di New Orleans, bukan cuma manusia dan harta benda tetapi juga jazz. Catatan sejarah dan koleksi instrumen yang menjadi saksi perjalanan musik ini ikut hancur. New Orleans adalah bumi kelahiran jazz, tempat tumbuh-berkembangnya balita musik ini sebelum melesat merambah seluruh jagad. Catatan sejarah dan beberapa instrumen amat berharga tersimpan di sana, tepatnya di Museum Negara Louisiana, antara lain kornet pertama yang dimainkan dedengkot jazz Louis Amstrong, trompetnya Dizzy Gillespie dan klarinetnya Larry Shield. Barang-barang tersebut hancur atau rusak berat terendam air.Bahkan bangunan museum, monumen-monumen, dan rumah sang legenda Louis Armstrong juga rusak. Selain itu ribuan foto bernilai sejarah dari era awal kelahiran jazz, piringan hitam, partitur dan rekaman dari konser-konser legendaris diyakini ikut hancur. Koleksi benda-benda berharga yang nilainya tak tergantikan itu terancam musnah untuk selamanya. "Apa saja yang terendam dalam air lebih dari 48 jam langsung akan menjamur'', kata Pamela Beth West, direktur bagian museum dari National Park Service, Washington. Kepada Washington Post, yang dilansir ANP (Minggu, 4/9/2005), West mengatakan bahwa total kerugian yang diderita dunia jazz baru dapat ditaksir setelah tim spesialis dari Washington tiba di lokasi. Tim tersebut menjadi satu-satunya harapan untuk menyelamatkan apa saja yang dapat diselamatkan. Seusai amukan Katrina itu kini titel nomor sohor dari Louis Amstrong Do You Know What It Means to Miss New Orleans sepertinya menemukan makna dan konteks baru. Duh, Katrina... kejamnya dikau. Keterangan Foto: Louis Amstrong, cover album What A Wonderful World
(es/)











































