ADVERTISEMENT

Lagita, Wujud Kota Baru Hasil Transmigrasi di Bengkulu Utara

Robi Setiawan - detikNews
Senin, 17 Des 2018 13:30 WIB
Dirjen PKP2Trans Kemendes PDTT, R Hari Pramudiono berkemeja putih/Foto: Dok Kemendes
Jakarta - Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, terbentuk karena program transmigrasi. Di Bengkulu Utara kini terdapat kawasan Perkotaan Baru (KPB) Lagita yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dan diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

"Sejumlah fasilitasi perkotaan untuk mendukung aktivitasi sosial ekonomi masyarakat telah tersedia di Lagita. Kami berharap, Lagita mampu berkembang lebih maju sebagai pusat agribisnis dan agroindustri dengan meningkatkan sinergitas dan kolaborasi antar kementerian terkait, BUMN, swasta, Pemda, Perbankan dan masyarakat melalui pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)," kata Direktur Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi (PKP2Trans) Kemendes PDTT, R Hari Pramudiono dalam keterangannya, Senin (17/12/2018).


Hari mengatakan itu saat menjadi Inspektur Upacara peringatan Hari Bhakti Transmigrasi (HBT), Jumat (14/12).

Hari menyampaikan penyelenggaraan program transmigrasi yang sudah berjalan selama 68 tahun berhasil membangun 3.608 satuan permukiman transmigrasi yang berada di 619 kawasan transmigrasi.

Bahkan dari kawasan tersebut di antaranya telah berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru dengan terbentuknya 1.183 desa definitif, 385 menjadi ibukota kecamatan, 104 ibukota Kabupaten dan 2 ibukota provinsi.

"Transmigrasi telah berkontribusi dalam mewujudkan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Indonesia untuk menjadi lebih sejahtera," ujarnya.

Lebih lanjut hari menyampaikan bahwa fokus transmigrasi saat ini salah satunya yakni mengembangkan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) melalui program kemitraan di kawasan transmigrasi.

"Dalam hal ini, ada kolaborasi antara pemerintah dan swasta dalam pengembangan produk unggulan untuk kesejahteraan transmigran dan masyarakat sekitarnya," jelasnya.

Salah satu kolaborasi antara pemerintah dan swasta seperti pengembangan Prukades Tebu di kawasan transmigrasi Melolo Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur dan Prukades komoditi Sawit di kawasan transmigrasi Bupul, Kabupaten Merauke serta pengembangan Prukades lain di daerah lainnya.


"Tercatat pada tahun 2018 total investasi melalui pola kemitraan dengan pengembangan Prukades di kawasan Transmigrasi mencapai Rp 15,97 triliun. Bukan hanya kolaborasi pemerintah dengan swasta. Kolaborasi juga dilakukan antara pemerintah pusat dengan daerah yang salah satunya adalah dengan sharing APBD dari daerah asal Yogyakarta dan Jawa Tengah kepada daerah tujuan di Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara dan Sulawesi Barat," katanya.

Dalam upacara peringatan HBT turut hadir Dirjen PKTrans Kemendes PDTT M. Nurdin, Dirjen PKP Kemendes PDTT Harlina Sulistyorini, Bupati Bengkulu Utara serta sejumlah pejabat lainnya dari forkopimda.

Untuk mengetahui informasi lainnya dari Kemendes PDTT, klik di sini. (ega/mul)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT