Satu Juta Lebih Rakyat AS Kehilangan Rumah Akibat Katrina
Minggu, 04 Sep 2005 06:36 WIB
Jakarta -
Satu juta lebih rakyat AS yang berada di kawasan Teluk Meksiko harus kehilangan tempat tinggak akibat badai tropis Katrina. Di sisi lain, pemerintah AS juga sudah menambah pasukan yang bertugas sebanyak 7 ribu untuk bergabung dengan ribuan tentara lainnya, dan pegawai dari Pusat Bencana AS.Presiden Amerika Serikat (AS) George Bush menugaskan tujuh ribu pasukan ke daerah yang terkena Topan Katrina. Bush mengumumkan tindakan tersebut lewat pidato televisi ditengah-tengah tekanan politik tentang cara dirinya dan pemerintahnya menangani krisis tersebut. Makanan, air bersih dan bantuan kesehatan telah tiba di New Orleans, dimana puluhan ribu orang, terutama dari daerah kulit hitam yang miskin, tidak tertangani selama lima hari sejak topan melanda. Sebagian besar kota banjir. Diperkirakan satu juta orang kehilangan tempat tinggal di sepanjang pantai kawasan Teluk Meksiko. Bush biasanya merekam pidato radio mingguannya, dan keputusannya menyiarkan pidatonya secara langsung dari Taman Mawar Gedung Putih dipandang sebagai bukti ia telah terdesak. Bush memandang topan dan banjir tersebut sebagai "salah satu bencana alam paling besar yang pernah melanda Amerika".Presiden memuji bantuan yang diberikan, sebelum menambahkan, "Meskipun kita sudah berusaha keras, reaksi terhadap krisis pada daerah yang lebih besar daripada Inggris tersebut menimbulkan masalah besar yang membebani kemampuan negara dan daerah setempat. Hasilnya adalah kebanyakan warga kita tidak mendapatkan bantuan yang diperlukan, terutama di New Orleans. Ini tidak bisa diterima," ujarnya. Bush mengatakan tujuh ribu pasukan, termasuk paramiliter dan marinir, akan tiba di daerah tersebut dalam waktu 24 sampai 72 jam untuk membantu 4 ribu pasukan dan ribuan tentara Pengawal Nasional yang sudah bekerja di daerah bencana. Prioritas utamanya adalah menciptakan keteraturan hukum, membantu usaha pertolongan dan pengungsian. "Kami akan menyelesaikan pengungsian secepat mungkin, kami tidak akan membiarkan para penjahat menyerang orang yang lemah, kami tidak akan membiarkan birokrasi menghambat usaha menyelematkan nyawa manusia," kata Bush. Di New Orleans, militer, penjaga pantai dan marinir bekerja keras untuk menolong penduduk yang masih terjebak. Botol botol air dan makanan dibagikan di berbagai tempat. "Kami mengalami topan setiap waktu. Kami tidak tahu keadaannya akan seperti ini," ujar Bush. Sebagian besar dari 20 ribu orang yang berlindung di stadion Superdome telah diselamatkan. Sekitar 2 ribu orang masih berada disana dan pemerintah mengatakan mereka akan diungsikan dalam waktu 24 jam lagi. "Kami pikir mereka akan membiarkan kami mati disini," kata Karen Marks, wanita berumur 25 tahun yang tidak dapat tidur sementara terjadi kelompok bersenjata menjarah dan memperkosa.
(mar/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































