Seorang Polisi Tewas Digorok Perampok di Medan
Sabtu, 03 Sep 2005 23:09 WIB
Medan - Nasib tragis dialami Ajun Inspektur Satu (Aiptu) Raskita Ginting. Dia tewas digorok perampok saat kawanan perampok menghadang mobil yang membawa uang tunai Rp 714 juta. Uang yang rencananya untuk membayar gaji itu amblas disikat perampok. Korban tak hanya Raskita, anggota Poltabes Medan. Tapi juga beberapa orang lainnya yang berada di mobil pembawa uang juga ikut jadi korban. Mereka terluka saat kejadian itu.Kasus ini terjadi Sabtu (3/9/2005) pukul 11.00 WIB di perkebunan tebu milik PT Perkebunan Nusantara II di Desa Paya Bakung, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, sekitar 40 kilometer dari Medan, ibukota Sumatera Utara.Korban tewas, Raskita Ginting tewas setelah digorok para perampok. Kejadiannya ketika korban mengawal pengiriman uang sebesar Rp 714 juta untuk pembayaran gaji sekitar 2.000 karyawan PTPN II, untuk wilayah Kebun Sei Semayang, Kebun Buluh Cina dan Plumpang.Dua anggota polisi Raskita dan Brigadir A Ritonga dari Polsek Hamparan Perak, yang berada di bawah kordinasi Poltabes Medan, ikut dalam mobil panther bersama satpam kebun Suharno (38), Legiman (45) yang merupakan petugas kerani, Koordinator Satpam PTPN II Kebun Sei Semayang, Sersan Mayor JA Manalu yang berusia 54 tahun, Sarjiman (54) juga satpam, dan Subuhono, supir yang berusia 44 tahun.Mereka dalam perjalanan mengantar uang pembayaran gaji karyawan PTPN II dari Pabrik Gula Sei Semayang ke Kantor Administrasi PTPN II Kebun Sei Semayang. Dalam perjalanan mereka dihadang truk yang diduga membawa tujuh perampok. Dua perampok di dalamnya memberondong mobil mereka. Legiman yang duduk di samping sopir tertembak di dada kiri dan Suharno yang duduk paling belakang tertembak di paha kanan. Raskita yang duduk di belakang Legiman tidak terkena tembakan. Namun dia tewas dengan luka gorok di leher yang diduga dilakukan menggunakan sangkur. Rekannya A Ritonga yang duduk di belakang juga kehilangan dua jarinya terkena sabetan sangkur.Sementara Subuhono dan JA Manalu, yang duduk di belakang sopir, dan Suharno yang duduk paling belakang terluka karena pecahan kaca. Seluruh korban luka dirawat di RS Tembakau Deli di Jalan Putri Hijau, Medan. Korban tewas, Raskita disemayamkan di RS Bhayangkari, Jalan Sei Padang Dalam, Medan. Berdasarkan informasi dari Polres Tebingtinggi, truk yang dipakai mereka merupakan milik pengusaha ikan disana yang dirampok pekan lalu. Kepala Poltabes Kombes Irawan Dahlan menyatakan diduga para perampok kemudian melarikan diri kembali ke arah semula. Kemungkinan mereka kabur ke jalan negara Medan-Banda Aceh melalui kawasan Tandem, Kabupaten Langkat. "Sudah ada dua tim khusus dari Poltabes Medan yang langsung memburu mereka seusai kejadian. Selain membunuh polisi dan merampok uang, mereka juga merampas satu pucuk senjata SS 1 yang dipegang korban," kata Kapoltabes Medan Irawan Dahlan di Medan.
(mar/)











































