Beslan Peringati Tragedi Penyanderaan Sekolah

Beslan Peringati Tragedi Penyanderaan Sekolah

- detikNews
Sabtu, 03 Sep 2005 22:28 WIB
Jakarta - Masih ingat tragedi penyanderaan di sebuah sekolah di kota Beslan, Rusia? Saat itu, setidaknya 331 orang tewas dan 186 diantaranya adalah anak-anak di sekolah itu. Peringatan satu tahun tragedi penyanderaan itupun dilakukan untuk mengenang tragedi pahit itu.Lonceng di lokasi sekolah itu dibunyikan cukup lama menandai saat terjadi ledakan pertama, disusul dengan hening cipta selama satu menit. Kebanyakan sanak saudara para korban menangis ketika hening cipta dilaksanakan, dan balon putih, untuk setiap korban, dilepaskan ke udara.Di saat upacara peringatan diselenggarakan, dan satu hari setelah dia bertemu dengan delegasi para ibu dari Beslan, Putin mengumumkan dia sudah memerintahkan kepada jaksa agung untuk mengirim para penyidik ke Beslan.Sebuah monumen bernama "pohon kesedihan" akan dibuka resmi di pemakaman setempat. Berbagai kegiatan untuk memperingati tragedi ini berlangsung selama tiga hari.Namun peringatan hari terakhir hari ini merupakan hal yang paling menyedihkan, karena terjadi tepat satu tahun serangan yang diakhiri dengan ledakan dan tembakan. Puluhan kerabat korban menginap di ruang olahraga sekolah yang terbakar, dan sebagian lagi di makam untuk mengenang orang-orang yang mereka cintai, dengan pengawal polisi dan relawan.Mereka mengatakan akan bertahan di sana sampai pukul 13.05 waktu setempat, tepat saat ledakan di dalam sekolah itu memicu serbuan berdarah oleh pasukan Rusia satu tahun lalu.Banyak warga Beslan yakin, sebagian besar korban terbunuh oleh pasukan komando Rusia, setelah Putin menolak untuk berunding dengan kawanan bersenjata. "Saya tidak takut bertemu dia (Presiden Putin-red), dialah yang justru semestinya takut," kata Susanna Dudiyeva seorang ibu yang kehilangan anaknya, seperti dikutip kantor berita Associated Press."Dia tidak memahami apa yang telah kami jalani," tambah Dudiyeva."Pemerintah seharusnya menjamin keselamatan hidup kami, bertanggung jawab atas kehidupan kami, dan mereka tidak melakukan itu," kata Ketua Komite Para Ibu Beslan, Susanna Dudiyeva.Dudiyeva, yang putranya terbunuh dalam peristiwa itu, sebelumnya mengatakan kepada wartawan bahwa Putin tidak bisa diterima dalam upacara berkabung. Sebab Putin dinilai paling bertanggung jawab atas peristiwa di Beslan.Perkumpulan para wanita yang kehilangan anak mereka dalam peristiwa itu, yang dikenal sebagai Komite Para Ibu Beslan, telah meminta bertemu dengan Presiden Putin sejak beberapa bulan lalu. Warga di kota itu masih mencari jawaban dan sebagian mulai mengatakan ada upaya untuk menutup-nutupi tragedi Beslan.Mereka ingin tahu mengapa ada begitu banyak orang bersenjata bisa menerobos ke sekolah, dan mengapa para pejabat Rusia menolak berunding. Dan, banyak dari mereka yang ingin tahu pasti siapa yang bertanggungjawab atas pengepungan yang berakhir dengan banjir darah itu.Namun, keputusan untuk menerima undangan ke Moskow memicu perpecahan mendalam di Beslan. Muncul kemarahan dan ketersinggungan bahwa Kremlin memutuskan untuk mengadakan pertemuan saat Beslan telah meratapi korban meninggal. Komite Para Ibu Beslan sendiri terpecah. Banyak anggotanya menentang rencana untuk berkunjung ke Moskow. (mar/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads