Bush Akui Pertolongan Akibat Badai Katrina Belum Maksimal

Bush Akui Pertolongan Akibat Badai Katrina Belum Maksimal

- detikNews
Sabtu, 03 Sep 2005 20:22 WIB
Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush mengakui tindakan pertama akibat badai tropis Katrina belum maksimal. Pernyataan itu dilontarkan Bush menanggapi kritikan keras karena bantuan pemerintah yang dinilai tidak cukup."Tindakan pertama akibat bencana ini memang tidak bisa diterima, biarpun segala usaha telah dilakukan untuk menyelamatkan nyawa," kata Bush saat mengunjungi New Orleans, tempat yang paling parah terkena bencana di dekat Teluk Meksiko, Sabtu (3/9/2005).Namun begitu Bush menjanjikan, pemerintah akan memberikan bantuan jangka panjang untuk membangun kawasan yang hancur karena badai Katrina. Bush menyatakan, operasi penyelamatan telah mengalami kemajuan.Bantuan kini telah mampu mencapai kepada korban yang terperangkap tanpa makanan dan obat-obatan. Kunjungan Bush ke New Orleans dilakukan di tengah kritik keras karena upaya bantuan pemerintah tidak cukup.Bush mengatakan tata-tertib akan dipulihkan dan New Orleans akan bangkit kembali dari "hari-hari paling gelapnya". "Sikap saya, kalau keadaannya tidak sempurna sekarang ini, maka akan kami sempurnakan. Kalau ada masalah, maka kami akan selesaikan," tegas Bush seperti dikutip BBC."Setiap nyawa manusia adalah berharga dan karenanya kami akan menghabiskan banyak waktu untuk menyelamatkan nyawa, apakah itu di New Orleans atau di pantai Mississippi. Kami memikul tanggung jawab untuk membenahi kekacauan ini semua," kata Bush.Bush mengatakan bantuan darurat sejumlah US$ 10,5 miliar yang telah disetujui oleh Senat hanyalah "uang muka yang kecil" dari ongkos yang akan dihabiskan untuk menolong rakyat membangun kembali daerah yang terkena bencana.Bush kemudian melanjutkan lawatannya untuk berkunjung ke Biloxi, di pantai Mississippi, di mana ia sempat mencoba menghibur seorang wanita yang menangis ketika bercerita bagaimana ia telah kehilangan segalanya.Empat hari setelah angin topan Katrina menghantam, berapa jumlah korban dan kerugian yang diakibatkannya masih belum bisa diketahui. Namun, seorang senator dari Louisiana, David Vitter, meramalkan jumlah korban tewas bisa meningkat sampai di atas angka 10 ribu di Louisiana saja.Saat ini, ribuan orang terpaksa bertahan tanpa makanan atau air bersih di New Orleans, di mana pasukan keamanan tambahan telah dikerahkan untuk mengatasi kondisi akibat bencana ini. Sebuah iring-iringan kendaraan militer dalam jumlah besar, yang mengangkut bantuan, juga telah tiba di kota tersebut.Pemerintah AS telah mengirimkan pasukan khusus untuk menjaga situasi karena adanya kerusuhan yang menghambat bantuan ke wilayah New Orleans. Insiden kerusuhan ini terjadi di kota yang sudah lumpuh. Gubernur Lousiana mengatakan 300 anggota Garda National yang sudah teruji tengah dikirimkan untuk mengatasi kerusuhan. "Mereka memegang M-19 dan sudah terkokang serta terisi peluru. Mereka tahu bagaimana menembak mati, dan saya perkirakan mereka siap untuk melakukannya," kata Kathleen Blanco.Washington menjanjikan akan mengirimkan tambahan 4200 pasukan Garda National, dan mengatakan tiga ribu serdadu mungkin juga akan dikirimkan ke kota di mana aksi-aksi kekerasan telah mengganggu upaya bantuan. (mar/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini