Oposisi Ajukan Mosi Tidak Percaya Pada Kabinet SBY

Oposisi Ajukan Mosi Tidak Percaya Pada Kabinet SBY

- detikNews
Sabtu, 03 Sep 2005 17:51 WIB
Jakarta - Setelah mendapat banyak kritikan, kali ini Kabinet Indonesia Bersatu mendapat mosi tidak percaya dari sejumlah pihak. Gabungan LSM yang menamakan diri Oposisi, mendesak SBY segera me-reshuffle para menterinya."Kami memandang beberapa menteri sudah tidak layak lagi terus menjabat. Terutama tim ekonominya yang tidak becus," kata juru bicara Oposisi Habiburokhman, di Cafe Venezia, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (3/9/2005).Oposisi terdiri dari sejumlah LSM, antara lain Serikat Pekerja Rakyat (SPR), LBH BUMN, dan Gerakan Pemuda Kerakyatan.Menurut Habiburokhman, seharusnya menteri-menteri kabinet Indonesia Bersatu melakukan upaya-upaya non konvensional untuk memperbaiki struktur ekonomi. "Hal ini berguna untuk mempersiapkan diri menghadapi dampak buruk situasi ekonomi eksternal," jelasnya.Ia mengatakan, jika tidak ada pergantian menteri, kemungkinan besar pemerintah akan jatuh akibat tidak mampu menangani krisis. Ia pun memperkirakan, kejatuhan pemerintahan SBY-Kalla tinggal tunggu hitungan minggu.Oposisi juga meminta SBY bertindak tegas dalam menghadapi krisis ekonomi tahap kedua ini. "Presiden bilang ada reshuffle, tapi wapres bilang tidak. Bahkan para menteri justru mempertontonkan pembangkangan terhadap kebijakan Presiden," tudingnya.Berikut ini usulan pergantian beberapa menteri versi Oposisi:1. Menko Perekonomian Aburizal Bakrie, diganti mantan Menkeu Budiono2. Menko Kesra Alwi Shihab, diganti Slamet Effendi Yusuf3. Menkeu Yusuf Anwar, diganti Mochtar Riyadi4. Menteri Perdagangan Marie Pangestu, diganti mantan Direktur Astra Teddy P Rahmat atau Sutrisno Bachir5. Menteri Perindustrian Andung Nitimihardja, diganti Rahmat Gobel6. Menneg BUMN Sugiharto, diganti Widya Purnama7. Menteri Kehutanan MS Kaban, diganti Adjat Sudradjat8. Menkes Siti Fadilah Supari, diganti Dr Umar Wahid9. Mendiknas Bambang Sudibyo, diganti oleh Subur Budhisantoso10. Menpora Adhyaksa Dault, diganti Andi Arief atau Dita Indah Sari atau Idrus Marham11. Menteri Koperasi Surya Dharma Ali, diganti Sri Edi Swasono12. Menkominfo Sofyan Djalil, diganti Ichlasul Amal13. Menkum HAM Hamid Awaludin, diganti Trimedya Pandjaitan14. Menparbud Jero Wacik, diganti Guruh Sukarno Putra15. Menteri Pertanian Anton Apriantono, diganti HS Dillon16. Menhub Hatta Radjasa, diganti Prabowo Subianto atau Usman Sapta.17. Menteri Pemberdayaan Daerah Tertinggal Saefullah Yusuf, diganti Cornelis Lay18. Mensos Bachtiar Chamsyah, diganti Hartati Murdaya19. Kepala Bappenas Sri Mulyani, diganti Dradjat Wibowo.Selain itu, Oposisi juga mengusulkan agar SBY membentuk konsultan ekonomi dan moneter dari luar negeri serta Dewan Stabilitas Moneter. Nama-nama yang diusulkan yaitu mantan PM Singapura Lee Kuan Yeuw, Mantan PM Malaysia Mahathir Muhammad, dan mantan PM Cina Yu Rongji.Sedangkan beberapa orang pengusaha Indonesia diberikan tugas untuk menjadi Dewan Stabilitas Moneter. Mereka adalah Putra Sampoerna, The Ning King, Budiono Tan, Arifin Panigoro, Sofyan Wanandi, Anthoni Salim, dan Ciputra."Para pengusaha itu diajukan supaya jika terjadi spekulan rupiah terhadap dollar, merekalah yang bertanggung jawab atas naiknya harga dollar terhadaprupiah," tegasnya. (fab/)


Berita Terkait