Cari Massa Gelombang 2, Kodam Periksa Video Perusakan Polsek Ciracas

Ibnu Hariyanto - detikNews
Sabtu, 15 Des 2018 07:40 WIB
Kepala Penerangan Kodam Jaya, Kolonel inf Kristomei Sianturi/ Foto: dok. istimewa
Kepala Penerangan Kodam Jaya, Kolonel inf Kristomei Sianturi/ Foto: dok. istimewa
Jakarta - Kodam Jaya bersama Polda Metro Jaya terus mencari tahu massa gelombang kedua yang diduga sebagai perusakan Polsek Ciracas, Jakarta Timur. Sejumlah saksi dan video terkait penyerangan Polsek Ciracas terus diperiksa untuk mengetahui massa gelombang kedua tersebut.

"Seperti yang saya sebut tadi siang tim ini kan sedang bekerja berdasarkan fakta, data, gambar, video rekaman segala macam termasuk saksi yang di tempat kita sudah tanyai. Itu yang sedang kita lakukan," kata Kapendam Jaya, Kolonel Inf. Kristomei Sianturi saat dihubungi detikcom, Jumat (14/12/2018).



Kristomei menyebut semua gambar hingga rekaman video penyerangan Polsek Ciracas saat ini terus didalami. Ia menambahkan bagi masyarakat yang memiliki video-video terkait penyerangan bisa diberikan ke petugas Kodam Jaya atau Polda Metro Jaya.

"Semua kemungkinan-kemungkinan sebagai inforamsi buat kita terliti. Kalau emang masyarakat punya gambar, gambar kalau itu memang dirasa perlu untuk buat penyelidikan kita akan minta," tambah Kristomei.

Selain itu, Kristomei mengatakan seluruh komandan satuan di jajaran Kodam Jaya telah diperintahkan mencari tahu apa ada keterlibatan anggotanya dengan melihat foto dan rekaman video penyerangan Polsek Ciracas. Menurutnya, sejauh ini belum ada laporan keterlibatan anggota TNI di jajaran Kodam Jaya dengan perusakan Polsek Ciracas.

"Kita sudah minta untuk semua komandan satuannya ada tidak identifikasi dari gambar-gambar tadi, foto-foto tadi yang dikenali sebagai anggota yang dikenali atau tidak. Hingga saat ini tidak ada, namun kita kan terus berproses, kan banyak gambar-gambar itu," tutur Kristomei.



Kristomei menegaskan akan menindak tegas jika ada anggota TNI yang terlibat perusakan Polsek Ciracas itu. "Kalau ada yang terlibat kita tidak tegas, kita hukum," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kodam Jaya menyebut ada dua gelombang massa yang datang ke Polsek Ciracas pada malam penyerangan, Selasa (11/12) malam. Diduga massa gelombang kedua yang melakukan perusakan termasuk membakar mobil patroli.

"Kejadian malam itu ada dua gelombang sebenarnya. Gelombang pertama massa jam 9 itu di Arundina dan di Mapolsek Ciracas itu ya. Kemudian ada Dandim, Danrem memerintahkan massa untuk bubar, dia bubar," kata Kapendam Jaya, Kolonel Inf. Kristomei Sianturi kepada wartawan usai rilis kasus pengeroyokan anggota TNI di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (14/12).

"Nah ini lah yang memprovokasi dan merusak Mapolsek Ciracas. Kita sedang cari tahu dari mana ini," ujar Kristomei. (ibh/zak)