Untuk menyiasati harga yang turun, Agus mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk mendorong hilirisasi industri yang menggunakan dua komoditas tersebut. Usul itu di antaranya mendorong berdirinya pabrik berbahan baku karet dan sawit di daerah penghasil dua komoditas itu, seperti di Sumatera Selatan, yang selama ini dikenal sebagai penghasil sawit dan karet.
Keberadaan pabrik itu, selain diharapkan bisa meningkatkan harga karet dan sawit, bisa menciptakan peluang kerja bagi mereka. Penghasilan mereka pun tidak hanya bergantung pada sawit dan karet yang harganya terus turun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini pabrik berbahan sawit hanya berhenti pada produksi CPO. Padahal, jika berlanjut pada produk lainnya, seperti minyak goreng dan lainnya, akan bisa berdampak pada perekonomian daerah penghasil dua komoditas tersebut.
"Kami juga meminta agar semua pabrik ban menggunakan hasil karet dalam negeri, tidak menggunakan karet impor, sehingga harga karet di petani juga ikut terdongkrak," tambah Agus.
Agus menyebutkan saat ini lahan pertanian karet dan sawit sangat besar di Sumsel dan masih menjadi sumber nafkah utama bagi banyak warga. Ketika harga komoditas itu turun, akan berimbas pada kesejahteraan mereka. (ega/prf)











































