Tim Ekonomi SBY Harus Diganti Figur yang Jujur dan Kredibel
Sabtu, 03 Sep 2005 13:11 WIB
Jakarta - Jujur, kredibel, dan potensi konfliknya kecil. Figur tersebut dianggap ekonom Faisal Basri paling cocok untuk menggantikan tim ekonomi pemerintahan SBY saat ini. "Harus punya perilaku yang baik," tegas Faisal dalam acara Bincang Sabtu mengenai Jatuhnya Rupiah dan Isu Reshuffle di Marios Place, Jalan Menteng Raya, Jakarta, Sabtu (3/9/2005).Selain menyoroti figur menteri-menteri ekonomi SBY, Faisal juga mendesak SBY mengganti Menteri Hukum dan HAM yang kini dijabat Hamid Awaluddin, Menkes Siti Fadilah Supari, dan Menteri Perdagangan Mari Elka Pengestu."Supaya reshuffle mulus dan cantik lebih baik mereka mundur, mau berkorban demi negara," tegas ekonom yang dikenal kritis itu.Desakan mengganti menteri-menteri ekonominya juga datang dari pengamat politik Sukardi Rinakit. Meski bukan satu-satunya jalan keluar, Sukardi yakin pergantian di tubuh Kabinet Indonesia Bersatu bisa meningkatkan kepercayaan dan harapan publik. "Tim ekonomi adalah yang paling kritikal yang perlu diganti mulai dari Menkeu Jusuf Anwar, Menneg BUMN Sugiharto dan lain-lain. Reshuffle penting untuk menggairahkan publik, dan harus ada kejujuran mengakui bahwa satu tahun ini gagal," ungkapnya dalam diskusi itu.Namun, lanjut Sukardi, reshuffle yang dilakukan nanti belum tentu otomatis bisa menguatkan rupiah. Hanya saja dia yakin langkah itu akan membuat sentimen positif publik meningkat dan kondisi ekonomi perlahan-lahan akan membaik. "Secara psikologisnya di sana yang perlu dimainkan," katanya.Ketua Masyarakat Profesional Madani Ismet Hasan juga mengungkapkan hal senada. SBY harus segera merombak tim ekonominya. "Tim ekonomi sudah tidak dipercaya, yang penting pemerintah harus segera dan tidak ada kompromi waktu lagi untuk menggantinya," kata dia.
(umi/)











































