Tersangka Iwan Mabuk Saat Keroyok Anggota TNI di Ciracas

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Jumat, 14 Des 2018 15:02 WIB
Jumpa pers kasus pengeroyokan anggota TNI dan perusakan Polsek Ciracas di Mapolda Metro Jaya, Jumat (14/15/2018) (Kanavino/detikcom)
Jakarta - Polisi mengungkap alasan tukang parkir berani mengeroyok anggota TNI AL Kapten Komarudin, yang memakai baju dinas, di Ciracas, Jakarta Timur. Polisi menyebut ada psikologi massa dari tukang parkir untuk membantu temannya yang sedang terlibat keributan.

"Berkaitan dengan kenapa terjadi penganiayaan itu. Berdasarkan fakta penyidikan, ini merupakan psikologi massa. Mungkin AP kemudian IH kemudian D dan S melihat temannya. Itu secara spontan bersama-sama untuk melakukan penganiayaan. Ini sesuai dengan psikologi massa dan itu terangkai dalam fakta penyidikan," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Roycke H Langie di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (14/12/2018).





Roycke mengatakan tersangka Iwan Hutapea juga terpengaruh minuman keras saat pengeroyokan tersebut terjadi. Sedangkan tersangka lainnya, yakni Agus Pryantara, Herianto Panjaitan, Depi, dan Suci Ramdani, dalam keadaan normal.





"Nah untuk tersangka yang terpengaruh oleh alkohol atau minuman keras, memang ada satu. Inisial I, yang lain sesuai dengan pemeriksaan kesehatan dalam keadaan normal," ujarnya.

Sebelumnya, polisi menangkap kelima tersangka itu pada waktu dan lokasi yang berbeda-beda. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP. (knv/fdn)