Selain Dipolisikan, Rektor Pelempar Disertasi juga Diombudsmankan

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Jumat, 14 Des 2018 11:53 WIB
Foto: Komala Sari (chaidir/detikcom)
Pekanbaru - Mahasiswa S3 Universitas Riau (UNRI) Komala Sari (35) tidak hanya mempolisikan dosen pengujinya Dr Mubarak ke Polda Riau. Dr Mubarak yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) dilaporkan ke Ombudsman.

Komala Sari terus berjuang mencari mencari keadilan dari kampus ternama di Riau, UNRI. Kampus negeri itu, dianggap mempersulit mahasiswa S3 lewat Dr Mubarak.

Malah, dengan mempolisikan Dr Mubarak, Komala kini ditekan agar mencabut laporannya. Bila tidak, maka pasca sarjana S3 UNRI tidak akan menggelar sidang disertasinya. Ancaman itu tak membuat Komala mundur.

Dia tetap berjuang atas sikap Dr Mubarak yang melemparkan disertasinya setebal 250 halaman yang mengenai lengannya. Komala Sari kini melaporkan Dr Mubarak ke Ombudsman RI Perwakilan Riau, di Pekanbaru.

"Saya melaporkan kasus ini juga di Ombudsman RI Perwikilan Riau. Surat sudah saya layangkan," kata Komala kepada detikcom, Jumat (14/12/2018).

Dia melaporkan karena merasa ketidakadilan. Persoalannya dengan Dr Mubarak merupakan persoalan pribadi terkait penganiayaan ringan.

Akan tetapi, pihak kampus program pasca sarjana S3 UNRI melakukan upaya penekanan terhadapnya. Pihak kampus terus menekannya agar mencabut laporannya di Polda Riau.

"Saya sudah berjumpa Kaprodi untuk menanyalan kapan disertasi saya bisa diseminarkan. Tapi jawaban dari Kaprodi, saya disuruh cabut laporan dari polisi dulu baru bisa seminar," kata Komala.

Menurut Komala, idealnya pihak kampusnya tidak mencampurkan urusan pribadinya ke Dr Mubarak dengan dirinya sebagai mahasiswa S3.

"Saya baru akan bersedia damai, tapi di polisi. Karena berkasnya sudah masuk. Tentunya saya membutuhkan permohonan maaf secara lisan dan tertulis sebagai dasar pencabutannya," kata Komala.



Saksikan juga video 'Penjelasan UMRI soal Aksi Rektor Lempar Disertasi Mahasiswa S3':

[Gambas:Video 20detik]

Selain Dipolisikan, Rektor Pelempar Disertasi juga Diombudsmankan
(cha/asp)