Kapal cepat tersebut tidak diizinkan berangkat dikarenakan izin operasional tidak bisa diperpanjang. Padahal para penumpang sudah menginap selama sehari di pelabuhan sejak Kamis (13/12) kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahyat mengatakan merasa dirugikan lantaran telah mengeluarkan biaya untuk beli tiket. Ahya juga harus merogoh kocek yang besar menuju rumahnya menggunakan transportasi umum.
"Yang menjadi kerugian ini bukan soal kita beli tiket saja tapi biaya operasional sendiri yang datang ke sini,kita bayar buru, kita bayar angkot, kita bayar bagasi, bayar uang masuk pelabuhan baru tidak berangkat," ucap Ahya.
Ahya, berharap pemilik kapal dapat memberangkatkan ratusan penumpang sampai dengan rute terakhir usai itu mengurus izin operasional.
"Makanya solusinya kalau bisa berangkat hari ini sampai rute terakhir lalu mau naik dok itu terserah," keluhnya. (rvk/asp)










































