"Dari keterangan kepala tukang atas nama DM bahwa pada saat kejadian, mereka mendapat informasi dari Distrik Yigi bahwa ada penangkapan para tukang pada hari Sabtu, 1 Desember 2018, malam," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangan tertulis, Kamis (13/12/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Minggu pagi setelah sarapan pagi, masyarakat dari Distrik Yal mengantar dan membawa lari kami ke arah hutan untuk diamankan," kata DM, seperti dalam keterangan tertulis dari Polda Papua.
DM dan para pekerja lainnya kemudian dibawa ke kediaman Kepala Kampung Yal, Yelen Gwijangge, pada sore harinya. Dari Distrik Yal, mereka lalu dibawa ke Distrik Koroptak.
"Pada hari Senin, tanggal 3 Desember 2018, sekitar pukul 01.00 WIT sampai dengan pukul 17.00 WIT, kami berjalan kaki dan pada sore harinya kami tiba di Honay milik masyarakat dan tinggal selama tiga hari," kata DM.
Pada 5 Desember, mereka kembali akan dibawa ke Distrik Yal. Namun mereka hanya sanggup mencapai gunung di Distrik Yal.
Akhirnya pada 9 Desember, mereka kembali ke Distrik Yal. Mereka mendapat informasi melalui radio SSB bahwa kepala kampung Yal dan Wakil Ketua I DPRD Nduga Alimi Gwijangge mengadakan pertemuan. Inti pertemuan itu salah satunya mengenai toleransi.
"Kami berterima kasih kepada aparat TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat yang sudah membantu kami keluar dari Distrik Yigi," ujar DM.
Simak video 'Soal KKB Papua, Wiranto: Kita Habisi Mereka!':
(bag/fdn)