detikNews
Kamis 13 Desember 2018, 15:50 WIB

47 Orang Terkait Kelompok Egianus Kogoya Ditangkap Selama 2018

M Guruh Nuary - detikNews
47 Orang Terkait Kelompok Egianus Kogoya Ditangkap Selama 2018 Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menunjukkan anggota KKB di Papua yang telah diidentifikasi. (M Guruh Nuary/detikcom)
Jakarta - Aparat gabungan TNI-Polri terus memetakan pergerakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Nduga, Papua. Profil anggota dan senjata yang dimiliki KKB pimpinan Egianus Kogoya sudah dikantongi aparat.

"Polri terus mapping pergerakan KKB ini. Sudah berhasil diidentifikasi untuk kelompok tersebut. Ini foto pelaku dan senjata yang telah digunakan KKB. Ada senjata laras panjang, pendek juga ada," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/12/2018).


Dia mengatakan TNI-Polri telah menggelar operasi bersama. Ada 47 orang terkait kelompok Egianus yang sudah diamankan petugas.

Selain itu, disita 20 pucuk senjata api laras panjang dan pendek dengan amunisi sebanyak 1.333 butir.

"Aparat gabungan TNI-Polri dalam pelaksanaan operasi selama 1 tahun ini sudah berhasil menangkap 22 pelaku dari kelompok tersebut dan sudah mengamankan 25 orang juga yang menyuplai senjata dan amunisi kelompok tersebut," tutur Dedi.


Dedi mengatakan senjata yang disita dari kelompok Egianus berasal dari Filipina Selatan dan Papua Nugini. Selain itu, ada senjata rampasan dari anggota TNI-Polri serta dari sisa konflik di Ambon.

Sementara itu, soal sosok penyuplai senjata, Dedi mengatakan salah satu yang terlibat ialah warga negara Polandia, Jakup Fabian Skrzypski (JFS), yang ditangkap pada September lalu. Saat itu JFS ditangkap bersama 4 WNI lainnya.


Dedi mengatakan saat ini petugas tengah fokus mencari jenazah empat korban yang belum ditemukan.

"Ini artinya kelompok tersebut selain sudah diprofil dan di-mapping areal operasinya. Kami juga sudah melakukan upaya penangkapan dan proses pidana terhadap kelompok tersebut. Kemudian saat ini, tim masih bergerak, khususnya mencari 4 jenazah lagi yang belum ditemukan. Masih ada beberapa masyarakat yang masuk ke hutan nanti akan dievakuasi dan dikembalikan lagi," ungkap Dedi.
(jbr/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com