Mahasiswa Demo Tolak Kenaikan BBM, Ganti Rupiah dengan Dinar

Mahasiswa Demo Tolak Kenaikan BBM, Ganti Rupiah dengan Dinar

- detikNews
Sabtu, 03 Sep 2005 09:21 WIB
Yogyakarta - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa (Gema) menggelar aksi demo menolak kenaikan harga BBM. Gema mengusulkan mengganti mata uang rupiah dengan dinar. Aksi dimulai sekitar pukul 07.00 WIB diperempatan Kantor Pos Besar, Jalan Senopati, Yogyakarta, Sabtu (3/9/2005). Selain menolak kenaikan BBM, mahasiswa juga mengecam kebijakan yang diambil pemerintah. Menurut pendemo, kebijakan pemerintah sangat tidak berpihak pada rakyat.Koordinator aksi Rahmat Azis dalam orasinya menyatakan, rencana kenaikan BBM harus ditolak semua rakyat, tanpa kecuali. Sebab, negara wajib mensubsidi BBM kepada rakyat dengan gratis dan murah. Menurut Rahmat, hingga kini pemerintah telah berpihak pada kaum kapitalis. Itu artinya, pemerintah memberi peluang akan dikuasainya sektor perusahaan oleh swasta. Ia mencontohkan, kilang-kilang minyak yang kini dimiliki pemerintah, sudah dikuasai swasta. "Pihak swasta sudah tidak mau lagi menjual BBM dengan harga murah," sesal Rahmat.Selain itu, lanjut Rahmat, pemimpin Indonesia sudah bukan menjadi pemimpin umat. Tetapi, justru menjadi pelayan bagi kaum asing. Rahmat pun menyerukan untuk segera mengambil alih semua sumber alam dari kepemilikan oleh kelompok perusahaan transnasional. Selanjutnya, sumber-sumber alam itu dikelola negara untuk kemakmuran rakyat.Selain berorasi, massa juga membagikan selebaran kepada para pengendara yang lewat. Saat berlangsungnya aksi, mereka juga meneriakkan yel-yel 'Hancur Kapitalisme' disertai gema takbir. Beberapa poster yang dibentangkan antara lain, 'BBM Naik Abaikan Hak Umat', 'BBM Naik sama dengan Penindasan Rakyat', 'Atur BBM dengan Syariat Islam'.Hingga pukul 09.00 WIB, aksi massa masih berlangsung.Pengamanan aparat tidak begitu ketat. Hanya terlihat beberapa aparat polisi lalu lintas saja yang menjaga jalannya aksi. Aksi pun tidak sempat mengganggu arus lalu lintas.Rupiah Ganti DinarSelain menolak BBM, para demonstran juga mengusulkan mengganti mata uang rupiah. Menurut mereka, standar mata uang nasional sebaiknya diganti dari rupiah menjadi dinar dandirham. "Itu untuk menghindari inflasi," ujar Rahmat.Seperti diketahui, dinar merupakan jenis mata uang yang terbuat dari logam emas. Sedangkan dirham merupakan jenis mata uang yang terbuat dari bahan logam perak. (ism/)


Berita Terkait