DetikNews
Kamis 13 Desember 2018, 11:28 WIB

KPK Bantu Kejaksaan Tangkap Buron Kasus Korupsi Buku SDLB

Haris Fadhil - detikNews
KPK Bantu Kejaksaan Tangkap Buron Kasus Korupsi Buku SDLB Gedung Baru KPK (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - KPK membantu kejaksaan menangkap buronan kasus korupsi pengadaan buku SD-SD Luar Biasa (SDLB) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Buron tersebut ditangkap di Kota Bandung, Jawa Barat.

"Kemarin, Rabu (12/12), sekitar pukul 18.30 WIB, tim Koordinasi Supervisi Penindakan KPK bekerja sama dengan JPU Kejaksaan Negeri Tabalong, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan, dan Kejaksaan Agung berhasil melakukan pencarian dan penangkapan DPO atas nama terpidana Neny Kurnaeni," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (13/12/2018).



Neny sudah divonis bersalah di tingkat pengadilan negeri pada 2012, kemudian dikuatkan di tingkat pengadilan banding dan telah inkrah oleh putusan kasasi Mahkamah Agung pada 2013. Febri mengatakan Neny dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 juta subsider 4 bulan kurungan.

Febri mengatakan, berdasarkan putusan pengadilan, Neny terbukti melakukan korupsi pengadaan barang dan modal berupa buku perpustakaan SDLB pada Dinas Pendidikan Kabupaten Tabalong. Perbuatan Neny tersebut menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 9,6 miliar.

Setelah vonis dijatuhkan, Febri menyebut Neny kerap berpindah-pindah lokasi. Hal itu lah yang menyebabkan Neny sulit ditangkap.

"Selama pencarian, DPO selalu berpindah-pindah dari satu kota ke kota lainnya. Pada saat tim lapangan KPK mendapatkan informasi mengenai keberadaan DPO, KPK bersama Kejaksaan Negeri Cimahi langsung menangkap dan mengamankan terpidana di wilayah hukum Cimahi," ujar Febri.

Bantuan penangkapan DPO kejaksaan ini merupakan salah satu bentuk kerja sama antar-penegak hukum. Febri juga mengatakan bantuan diberikan sebagai bagian dari fungsi trigger mechanism oleh KPK.

"Penangkapan DPO ini merupakan salah satu bentuk sinergi antara KPK dan Kejaksaan dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi. KPK mengapresiasi kerja sama yang berjalan semakin baik khususnya di antara penegak hukum kejaksaan dan kepolisian," ucap Febri.


Saksikan juga video 'Buron Tiga Tahun, Koruptor Bansos SD Rp 1,8 M Ditangkap':

[Gambas:Video 20detik]


(haf/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed