Pelemparan Disertasi Dipolisikan, Kampus Umri Tidak Terkait

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Kamis, 13 Des 2018 08:59 WIB
Rektor Mubarak (Foto: Istimewa)
Pekanbaru - Kampus Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) akhirnya angkat bicara dalam kasus rektornya, Dr Mubarak, yang melempar draf disertasi mahasiswa S3. Secara kelembagaan kasus itu tidak terkait dengan pihak Umri.

"Terkait laporan mahasiswa S3, Komala Sari, ke Polda Riau terhadap Dr Mubarak (Rektor Umri), di sini perlu kami luruskan bahwa kampus kami secara kelembagaan tidak terkait masalah itu," kata juru bicara kampus Umri, Jayus, SSos MIKom, kepada detikcom, Kamis (13/12/2018).

Jayus menjelaskan, Dr Mubarak memang benar merupakan Rektor Umri. Namun, selain itu, Mubarak dosen tetap di kampus Universitas Riau (UR) dan menjadi salah satu tim penguji disertasi di program pascasarjana S3 ilmu lingkungan di UR.

"Informasi yang kami peroleh dari Dr Mubarak juga masuk tim penguji disertasi saudara Komala Sari di program studi S3 ilmu lingkungan di UR," kata Jayus.


Komala Sari, kata Jayus, memang datang ke kampus Umri awal Oktober 2018 untuk menemui dosen penguji disertasinya Mubarak. Pertemuan Komala Sari dengan di ruangan rektor di gedung utama kampus Umri.

"Umri secara institusi tidak mengetahui segala hal yang terjadi selama proses bimbingan mahasiswa itu bersama Dr Mubarak. Termasuk ketika kehadiran saudari Komala Sari yang sepengetahuan kami dalam rangka melakukan bimbingan disertasi," kata Jayus.

Umri secara kelembagaan, kata Jayus, sama sekali tidak terkait dengan perkara sebagaimana yang dilaporkan Komala Sari ke Polda Riau.

"Dalam 10 tahun terakhir, UMRI sebagai institusi pendidikan fokus pada aktivitas pencerdasan anak bangsa dan pengembangan ilmu pengetahuan untuk kebaikan umat dan negara," kata Jayus.


Sebagai mana diketahui, Komala Sari mendatangi dosen pengujinya di kampus Umri, Dr Mubarak. Keduanya bertemu dengan status antara mahasiswa pascasarjana S3 Universitas Riau dan dosen pengujinya.

Dalam pertemuan itu, sempat terjadi pelemparan draf disertasi setebal 250 halaman oleh Mubarak ke luar ruangan. Konon, keduanya bersitegang bukan urusan disertasi, melainkan soal proyek penelitian.

Mubarak menyebutkan Komala ngomel karena tidak dapat proyek penelitian lagi di kampus Umri. Satu sisi, Mubarak mengaku tidak mengetahui soal proyek penelitian yang gagal didapatkan Komala untuk kedua kalinya. Mubarak akhirnya tak bisa menahan emosi karena dituding mengetahui soal proyek penelitian di LPPM Umri sehingga dia melemparkan draf disertasi tersebut.

Tak hanya itu, sebelum kasus itu terjadi, Komala Sari juga mengkritisi dosen pengujinya di grup WhatsApp mahasiswa S3. Dia merasa dipersulit dalam urusan disertasinya oleh Mubarak. Kasus ini pun akhirnya bergulir ke Polda Riau. Komala tak terima atas sikap dosen pengujinya yang telah melemparkan draf disertasinya. (cha/asp)