458 Hunian Sementara Sudah Dibangun untuk Korban Gempa Sulteng

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Rabu, 12 Des 2018 20:01 WIB
Hunian sementara warga Sulteng terdampak gempa dan tsunami. (Foto: Istimewa/Kementerian PUPR)
Hunian sementara warga Sulteng terdampak gempa dan tsunami. (Foto: Istimewa/Kementerian PUPR)
Jakarta - Pemerintah merencanakan pembangunan 1.200 hunian sementara untuk warga terdampak gempa, tsunami, dan likuifaksi di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah. Kini sudah 458 hunian sementara yang dibangun, dan 120 di antaranya telah siap ditinggali pada 17 Desember mendatang.

"Sekarang 458 (telah dibangun). Dari ini, nanti tanggal 17 sudah siap pakai 120 unit, sudah termasuk listriknya segala," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono seusai rapat penanganan gempa NTB-Palu di kantor Wapres, Jakarta, Rabu (12/12/2018).



Basuki mengungkapkan, setiap 1 unit hunian sementara dapat ditinggali 12 keluarga. Setiap unit hunian sementara memiliki luas 17 meter persegi yang dilengkapi listrik hingga kipas angin.

"Jadi orang akan lebih nyaman tinggal di situ daripada di tenda," ujarnya.

Dari 1.200 target pembangunan hunian sementara, Basuki mengatakan baru 669 unit yang telah disiapkan lahannya oleh pemda Sulteng. Jumlah 669 tersebut sudah termasuk 458 yang telah dibangun.

"Ini baru titik-titik yang disiapkan oleh pemdanya tanah-tanah, jadi tidak langsung dibikin di mana saja, kan karena harus ada tanahnya. Tanahnya itu ada milik pemda, ada milik warga. Jadi yang sudah oke tanahnya 669," tuturnya.



Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat akan terus menyediakan lahan lainnya hingga target 1.200 hunian sementara dapat dibangun.

"Bahkan tadi Gubernur minta 1.700 (hunian sementara dibangun), tapi kan kita belum tahu berapa orang yang mau masuk di hunian sementara ini. Sementara ini yang sudah siap akan masuk di 120 unit. Sisanya nanti akhir Desember semua masuk hunian sementara," ucapnya.

Basuki memastikan pihaknya akan terus membangun hunian sementara hingga 1.200 target terpenuhi jika pemda Sulteng menyiapkan lahan yang pasti. Menurut Basuki, sisa hunian sementara dari target 1.200 dapat diselesaikan 1 bulan jika lahan telah disiapkan.

"Itu sebulan selesai kok, ini kan sudah termasuk 12 ruangan, kamar mandi, dapur, masing-masing dapur umum ya, kamar mandi umum," paparnya.

Basuki memerinci, dari 669 lahan yang sudah siap untuk dibangun hunian sementara, sebanyak 228 unit direncanakan di Palu dan baru terealisasi pembangunannya 246 unit. Di Sigi direncanakan pembangunan hunian sementara sebanyak 223 unit dan baru terealisasi pembangunannya sebanyak 136 unit.

"Di Donggala 188 unit (rencananya), baru dibikin 76," paparnya. (nvl/bag)