10 Truk Per Hari Hasil Hutan Amblas Dicuri

Menhut MS Kaban:

10 Truk Per Hari Hasil Hutan Amblas Dicuri

- detikNews
Jumat, 02 Sep 2005 18:59 WIB
Semarang - Kalau ada pendapat pencurian hasil hutan sulit dihilangkan, itu benar adanya. Berdasarkan laporan yang masuk, Menteri Kehutanan MS Kaban mengakui setidaknya 10 truk per hari hasil hutan di Indonesia amblas dicuri."Itu termasuk sedikit. Paling-paling kalau diuangkan hanya dalam hitungan juta. Dulu, nilai pencuriannya bisa dalam hitungan triliun," kata MS Kaban usai menghadiri pernikahan keponakannya di Gedung Wanita Jateng, Jl. Sriwijaya Semarang, Jum'at (2/9/2005).Kaban menyebut Papua, Kalimantan, dan Sumatera sebagai kawasan yang paling rawan terjadinya pencurian. Di kawasan tersebut, setidaknya 5 hingga 10 truk hasil hutan diangkut oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.Menteri yang berasal dari Partai Bulan Bintang ini meyakinkan, pencurian hasil hutan sudah berkurang drastis. "Dulu (nilai pencurian) bisa mencapai Rp 30 triliun. tapi sekarang sudah tidak lagi. Paling cuma milyaran rupiah," ungkap Kaban tanpa menyebut nilai pasti pencuriannya.Lebih lanjut ia menjelaskan, berkurangnya pencurian hasil hutan dikarenakan adanya penerapan multi aturan. Akhir-akhir ini, pemerintah menjerat pelaku dengan aturan berlapis seperti UU Korupsi, Pajak, Konservasi atau Money Laundry.Dengan cara tersebut, kata Kaban, pemerintah berhasil menangkap dan mengadili sekitar 19 cukong besar. Terakhir, pihaknya berhasil mengungkap adanya pengalih fungsian izin penguasaan lahan atas nama Sitorus. "Sekarang kasusnya sudah ditangani Kejagung," imbuhnya.Ketika ditanya soal kaitan pencurian hasil hutan dan industri, Kaban menyatakan, banyak industri yang mengeluhkan berkurangnya pasokan bahan baku. Menurut dia, keluhan semacam itu wajar karena karena banyak hasil hutan ilegal yang diungkap dan diusut ke instansi penegak hukum sehingga tidak sampai ke industri."Kami berharap aturan ketat dalam penanganan hutan ini dipahami oleh pelaku industri. Negara tidak boleh rugi akibat ulah orang atau kelompok yang tidak bertanggung jawab," kata dia.Untuk menciptakan situasi yang lebih baik, Kaban meminta kalangan industri untuk mengecek surat-surat hasil hutan sebelum menerima bahan baku. Masyarakat sekitar kawasan hutan juga harus ditingkatkan kesejahteraannya agar tidak mudah terbujuk melakukan tindakan-tindakan negatif. (ism/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads