Dinkes Sweeping Balita

Dinkes Sweeping Balita

- detikNews
Jumat, 02 Sep 2005 20:03 WIB
Jakarta - Sweeping ternyata bukan hanya menjadi tugas aparat kepolisian terhadap para pelaku tindak kriminal. Dalam rangka Pekan Imunisasi Nasional (PIN), petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Jakarta Selatan ternyata juga menggelar sweeping. Tapi, sweeping ini untuk mencari balita untuk diteteskan vaksin polio.Dinkes Jaksel men-sweeping di sejumlah tempat, antara lain di Terminal Blok M, Blok M Plasa, Cilandak Town Suquare, Ragunan dan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (2/9/2005).Dalam satu tim sweeping itu terdapat dua orang dokter, dua orang perawat serta dua mantri dari puskesmas setempat. Total personel dinkes Jaksel berjumlah 75 orang. Ternyata, sweeping balita tidak semudah yang dibayangkan. Ada beberapa orang tua yang tidak berkenan anaknya diteteskan vaksin polio. "Anak saya panas," ketus seorang ibu di kawasan Ragunan, ketika para sweeper menawarkan vaksin. Tidak hanya itu, ada seorang ibu ketika ditanyakan, "Ibu anaknya sudah di PIN," kata tim sweeping, si ibu hanya berdiam diri tanpa merespons sedikitpun.Menurut petugas dinkes di ragunan dr Dewi, pihaknya tidak akan memaksa para orang tua yang tidak mengzinikan anaknya diberi vaksin polio. "Kita sudah memberikan penjelasan, kalau mereka tidak mau, kita tidak paksakan," kata dr Dewi kepada detikcom.Berbeda dengan dr Dewi, petugas dinkes Jaksel, dr Iva Dian Sari lebih menuturkan kesuksesan tim PIN di wilayah Jaksel. "Secara keseluruhan, sudah ada sekitar 161.643 balita yang sudah diberi vaksin, ini setara dengan 80 persen keberhasilan dari target, yakni 192.343 balita," kata dr Iva Dian Sari.Terkait dengan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), dr Iva menjelaskan, pada umumnya tidak terdapat KIPI, kecuali ada penyakit kronis yang tidak diketahui para orang tua.Kurang SosialisasiDr Iva juga mengakui, minimnya sosisalisasi kegiatan ini. "Sosialisasinya lewat media massa belum banyak, jadinya masih kurang," aku dr Iva. (ism/)


Berita Terkait