Pascatawuran, Kampus Unhas Makassar Dijaga Ketat
Jumat, 02 Sep 2005 14:26 WIB
Makassar - Suasana di kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, masih terlihat mencekam. Bukan karena masih ada kelompok mahasiswa yang saling berhadapan, tapi karena ketatnya pengamanan. Tak kurang dari 150 polisi diturunkan untuk mengamankan kampus yang pada Kamis (1/9/2005) kemarin jadi ajang perang batu antara dua kelompok mahasiswa ini. Aparat dari Polres Makassar Timur ini berjaga-jaga di kampus Unhas sejak pukul 06.00 Wita, Jumat (2/9/2005).Sebanyak 80 polisi melakukan pengamanan terbuka, yakni berpakaian dinas dan membawa pentungan. Sebanyak 30 orang merupakan anggota Brimob yang bersenjata lengkap. Selebihnya pengamanan tertutup oleh aparat intel. Polisi juga mengosongkan kampus. Para aktivis mahasiswa yang biasa menginap di ruang himpunan mahasiswa dan senat mahasiswa, terutama dari Fakultas Teknik dan Fisip yang sedang bertikai, dilarang menginap. Saat ini mahasiswa yang hendak memasuki kampus diperiksa oleh aparat kepolisian. Aparat berjaga di pintu satu atau pintu utama di kampus Unhas. Pintu pagar ditutup dan dijaga aparat kepolisian yang didampingi satpam kampus.Periksa 6 SaksiPolisi sudah memeriksa enam saksi terkait terbakarnya ruangan Himpunan Mahasiswa Pemerintahan (Himapem) Fisip Unhas pada Rabu dini hari, 31 Juli lalu. Mereka adalah tiga satpam Unhas, dua mahasiswa Fisip Unhas yang malam itu menginap, dan satu mahasiswa Fakultas Sastra. Pemeriksaan ini untuk mencari informasi siapa pelaku pembakaran.Polisi juga dikabarkan akan memeriksa mahasiswa Fakultas Teknik. Tapi hingga kini pemeriksaan belum dilakukan.Menurut Kapolsek Diringkanaya, Makassar, AKBP Amiruddin, pihaknya sudah memiliki daftar nama mahasiswa yang kemungkinan diamankan. Tapi Amiruddin menolak menyebutkan nama-nama mereka.
(gtp/)











































