"NU dan PKS sama-sama cinta NKRI. Sama-sama ingin mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi umat dan bangsa. Sama-sama ingin mewujudkan kerukunan dan persatuan umat. Sama-sama ingin mewujudkan Islam yang rahmatan lilalamin," kata Ketua Departemen Politik DPP PKS Pipin Sopian saat dihubungi wartawan, Rabu (12/12/2018).
Selain itu, menurutnya, PKS dan NU tidak terpisahkan karena banyak pimpinan serta kader PKS yang lahir dan besar dari kalangan NU. Pipin pun mengaku berasal dari kalangan NU di Purwakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi tidak perlu dibeda-bedakan atau dipisah-pisahkan hanya karena alasan politis," imbuhnya.
Sebelumnya, Salim Segaf menemui tokoh NU Kiai Kholil As'ad Syamsul Arifin Situbondo sekitar pekan lalu. Salim Segaf pula yang memberikan pesan agar semua kader PKS 'mencintai' NU.
Sinyal-sinyal PKS merapat ke kalangan NU memancing reaksi dari parpol yang merasa dekat dengan NU. Salah satunya PPP, yang bereaksi cukup keras terkait hal ini.
"PKS harus paham kultur dan tradisi NU. Organisasi NU secara kelembagaan meneguhkan semangat kembali ke khitah 1926, ketika NU berada dalam posisi tengah, tidak terlibat politik praktis," sebut Waketum PPP Arwani Thomafi, Selasa (11/12).
Begitu pula PKB, yang mengibaratkan PKS dan NU seperti minyak dan air.
"Masalahnya yang saya pahami kultur dan ideologi NU sangat berbeda dengan PKS. Seperti minyak dan air, meski sama-sana benda cair tapi punya kealamian yang berbeda," ujar Wasekjen PKB Daniel Johan.
Saksikan juga video 'Pikat Warga NU, Sandi ke Ponpes Nurul Jadid Paiton':
(tsa/dhn)










































