Sinyal jelas PKS merapat ke tokoh NU setelah Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri bertemu dengan tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Kiai Kholil As'ad Syamsul Arifin Situbondo, pekan lalu. Salim Segaf pula yang langsung memberikan agar seluruh kader PKS 'mencintai' NU.
"Perintah Ustaz Salim kepada semua kader PKS selalu untuk taat dan cinta ulama, dan NU adalah rumah para ulama," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada detikcom, Selasa (11/12/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: PKB: PKS-NU Ibarat Minyak dan Air |
Politikus PKS, Abdul Kharis Almasyhari, memperkuat sinyal PKS merapat ke NU. Ia mengatakan Salim selama ini memang dekat dengan NU. Kharis bahkan mengklaim Salim sebagai 'orang NU'.
"Pak Salim kan orang NU. Habib lah, dekat sekali dengan NU. Kita itu dekat dengan NU, Muhammadiyah, dekat dengan semua," kata Kharis di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/12/2018).
Namun ia tak setuju apabila pertemuan itu dikaitkan dengan Pemilu 2019. Kharis menegaskan PKS memiliki kedekatan dengan berbagai ormas keagamaan.
"Nggak lah (karena pemilu). Kalau selama ini PKS distigmakan jauh dari NU, wong Ketua Majelis Syuro-nya saja habib ya. Mana ada habib yang tidak dekat dengan NU, kan gitu," tuturnya.
Baca juga: PPP: Kultur PKS Beda dengan NU |
Meski demikian, sinyal-sinyal PKS merapat ke kalangan NU memancing reaksi dari parpol yang merasa dekat dengan NU. Salah satunya PPP, yang bereaksi cukup keras terkait hal ini.
"PKS harus paham kultur dan tradisi NU. Organisasi NU secara kelembagaan meneguhkan semangat kembali ke khitah 1926, ketika NU berada dalam posisi tengah, tidak terlibat politik praktis," sebut Waketum PPP Arwani Thomafi kepada wartawan, Selasa (11/12).
"Tradisi dan kultur kiai, ulama, dan NU berbeda dengan kultur PKS. Ini yang harus dipahami PKS. Kultur itu muncul dan tumbuh bersama dalam tradisi panjang pesantren di nusantara. Adapun kelahiran PKS berasal dari aktivis tarbiyah," imbuh Arwani.
Arwani juga menyinggung perbedaan tradisi keagamaan di antara PKS dan NU. "Implikasinya tradisi keagamaan di antara kedua organisasi tersebut berbeda, misalnya yang satu identik dengan tahlil dan ziarah kubur, yang satu sebaliknya. Kondisi ini semestinya dipahami betul elite PKS," ucap Arwani.
Baca juga: Ungkapan Cinta PKS ke Ulama dan NU |
Meski langsung memposisikan PKS dan NU dua hal yang berbeda, PPP juga tak menganggap manuver PKS ini sebagai ancaman. "PPP tidak melihat itu dengan khawatir. Ulama NU itu dalam hal silaturahmi memelihara ukhuwah Islamiyah memang terbuka kepada siapa pun, termasuk kepada mereka yang di PKS. Perintah mencintai ulama dari Ketua Majelis Syuro PKS itu juga hal yang normatif saja, karena mencintai ulama itu memang bagian dari ajaran Islam," sebut Arsul.
Saksikan juga video 'Cucu Pendiri NU Gus Irfan Jadi Jubir Timses Prabowo-Sandi':
(van/rna)











































