Bandit Rampok Gaji PNS Riau
Kamis, 01 Sep 2005 18:14 WIB
Pekanbaru - Hari ini, Kamis (1/09/2005) merupakan hari yang ditunggu-tunggu puluhan PNS di kantor Badan Pertahanan Pangan (BPP) Provinsi Riau, di Pekanbaru. Maklum saja, setiap awal bulan mereka akan menerima gaji untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka masing-masing. Gaji para PNS di jajaran Pemerintah Provinsi Riau, dananya memang dititipkan di Bank Riau milik Pemda itu.Sebagaimana biasa, dua PNS kantor BPP pun diutus untuk mengambil uang di Bank Riau. Mereka adalah Ismet yang bertugas mengambil uang sedangkan Jamal selaku sopir yang membawa mobil Feroza. Sesampainya di Bank Riau, Ismet pun dengan langkah tegap mengambil gaji para rekan-rekannya sebanyak Rp 103 juta.Uang sebanyak itu, terdiri dari pecahan, Rp 5.000, Rp 20.000, Rp 50.000 dan Rp 100.000. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, uang sebanyak itu dimasukan dalam kantong plastik warna hitam yang dibawa Ismet. Lantas kedua PNS ini pun tanpa curiga meninggalkan Bank Riau di kawasan Jl Sudirman, Pekanbaru, itu. Mereka segera meluncur ke kantor BPP di Jl Kuantan Raya yang jaraknya sekitar 4 km dari Bank Riau.Tapi agaknya PNS ini terlalu berani membawa uang sebanyak itu tanpa mendapat pengawalan dari pihak polisi. Sekitar pukul 11.00 WIB, mobil Feroza warna biru itu pun memasuki halaman pakir kantor BPP. Tanpa rasa curiga, kedua PNS ini dengan santainya menenteng tas plastik yang berisi uang.Begitu mereka keluar dari mobil, dua orang menggunakan helm tengkorak warna hitam turun dari sependa motor Yamaha Jupiter. Kedua perampok ini menghampiri mereka dengan menodongkan senjata api dan sembari mencoba merampas tas plastik hitam tadi. Ismet yang posisinya memegang uang itu pun berusaha mempertahan sehingga terjadi tarik-menarik dengan perampok.Karena dianggap melawan, perampok ini pun meletuskan dua kali senjata apinya ke arah Ismet. Untungnya, Ismet bisa mengeluk. Peluru hanya menembus diding Feroza. Akibat aksi tarik-menarik itu, akhirnya tas plastik berisikan uang tadi berserakan. Ismet pun sempat berteriak meminta tolong.Sang perampok di siang bolong ini pun panik. Mereka khawatir jangan-jangan massa akan menghakimi mereka. Tapi daripada aksinya tidak membuahkan hasil, perampok ini hanya menyikat uang yang berserakan yang terdekat dengan dirinya.Sembari buru-buru, akhirnya perampok ini tidak bisa menyikat seluruh gaji PNS itu. Mereka hanya berhasil menggondol Rp 23 juta. Hal ini menyebabkan gajian PNS tertunda.
(nrl/)











































