Soal Penembakan KKSB Papua, JK: Anti Pemerintah Pelanggar HAM

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Selasa, 11 Des 2018 16:27 WIB
Foto: Wapres JK (Noval-detik)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyinggung penembakan yang dilakukan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Papua dalam pidatonya peringatan hari HAM internasional di Komnas HAM. JK menyebut KKB Papua sebagai kelompok anti pemerintah yang sangat melanggar HAM.

"Pemerintah juga dilanggar hak-haknya, manusia aparat pemerintah dilanggar hak-haknya. Apa yang terjadi di Papua pada minggu lalu tentu kita menyadari, siapa yang melanggar HAM, tentu bukan tentara, tapi sebaliknya, masyarakat yang anti pemerintahan juga sangat melanggar hak asasi manusia," kata JK di Kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/12/2018).


JK mengingatkan masyarakat harus memahami bahwa penembakan terhadap pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua adalah pelanggaran HAM. KKB Papua melakukannya tanpa alsan.

"Aparat pemerintah dilanggar hak-hak asasinya, sehingga kami harus menyelesaikan itu dengan baik. Komnas HAM saya yakin tentu akan fair menangani masalah-masalah seperti itu, sehingga pemerintah bukan hanya dalam posisi tertuduh, pemerintah juga menjadi korban daripada hak asasi," ujarnya.

"Ini lah tentu hal-hal yang menjadi pemahaman kita bagaimana secara bersama-sama dan kita menghargai itu (HAM), karena itu lah pemerintah membentuk Komnas HAM ini dalam rangka semua kita menghargai hak-hak dasar manusia," lanjutnya.


JK mengingatkan bahwa Undang-undang Dasar 1945 menjamin semua warga untuk mendapatkan hak hidup, mendapatkan pendidikan, hingga mencegah diskriminasi.

"Semua dijamin untuk menjamin tentang hak-hak hidup, menjamin tentang pendidikan, menjamin tentang hak berkeluarga, menjamin hak kolektif, kepastian hukum, menjamin tentang hak bekerja, agama dan kewarganegaraan tentunya, informasi, mendapat perlindungan, dan meningkatkan keadilan, dan mencegah diskriminasi," imbuhnya. (nvl/aan)